Unik: Manfaatkan Jidat Jadi Ruang Iklan, Pria Ini Raup Cuan Rp 9,4 Juta dari Kepala Botaknya
Content Creator
Minggu, 25 Januari 2026 / 9:59 pm
Shafeek Hashim, pria India yang sewakan kepala botaknya sebagai lahan iklan produk. Foto: Repro Gulf News
NEW DELHI, TELISIK.ID - Shafeek Hashim (36), travel vlogger asal India, memanfaatkan kepala botaknya sebagai media iklan unik. Ia menawarkan jasa pemasangan logo produk melalui tato di kepalanya, bertindak layaknya papan reklame manusia.
Penting untuk dicatat bahwa tato di bagian jidat dan kulit kepala pria tersebut merupakan tato temporer, bukan permanen.
Keberaniannya terbayar saat ia memperoleh kontrak pertama senilai Rs 50.000 atau Rp 9,4 juta. Nilai tersebut merupakan bayaran untuk penempatan iklan selama tiga bulan di kepalanya.
Shafeek, yang berasal dari Alappuzha, menempatkan tato sementara logo klinik kecantikan asal Kochi di kepalanya sebagai media promosi.
Iklan unik ini dipastikan akan terlihat jelas oleh para penonton di setiap unggahan video YouTube-nya.
Baca Juga: 10 Negara Terindah Versi Forbes 2026, Indonesia Nomor 1 Dunia
Kepada The New Indian Express, Shafeek menceritakan bahwa ide unik ini muncul secara tidak sengaja saat ia mempertimbangkan untuk menjalani prosedur transplantasi rambut.
"Setelah berpikir panjang, saya menyadari bahwa kebotakan ini alami, dan tidak ada rasa malu di dalamnya. Saya memutuskan untuk menerimanya dan mengubahnya menjadi peluang kreatif," katanya, yang dilansir media tersebut pada Minggu (25/1/2026).
Melalui tawaran yang diunggah di media sosial, Shafeek mengajak perusahaan beriklan di kepala botaknya selama produksi video. Langkah ini terbukti efektif karena langsung mencuri perhatian luas dari media dan berbagai calon pengiklan.
“Sebagai bagian dari kesepakatan ini, saya akan merilis setidaknya tiga video YouTube selama tiga bulan ke depan dengan iklan yang terlihat jelas,” katanya.
Secara teknis, tato tersebut memang mudah dihilangkan dengan bahan kimia tertentu. Namun, bagi Shafeek, konsep papan iklan hidup ini bukanlah tren sesaat dan akan tetap menjadi bagian dari identitas bisnisnya.
“Saya yakin saya orang pertama di India bahkan mungkin di dunia yang menyewakan kepala botak saya untuk iklan merek,” katanya.
"Ini bukan tentang menjadi viral. Ini tentang mengubah cara masyarakat memandang citra tubuh dan menunjukkan bahwa kepercayaan diri dapat mengubah kekurangan yang dirasakan menjadi kekuatan," paparnya.
Shafeek menggunakan Instagram untuk berbagi kisah perjalanannya dalam melawan perundungan. Ia membuktikan bahwa kebotakan yang dulu membuatnya diejek saat kuliah, kini justru menjadi senjata utama dalam strategi branding-nya.
"Dulu teman-teman saya mengejek saya, tetapi saya tidak pernah menganggapnya serius. Sekarang, generasi muda lebih sadar akan body shaming. Saat mempertimbangkan transplantasi rambut, saya berpikir, mengapa tidak memanfaatkan kebotakan saya saja?" paparnya, seperti dikutip dari Sindonews, Minggu (25/1/2026).
Baca Juga: Unik: Pesan HP Nokia Tahun 2010, Barang Tiba Setelah 16 Tahun di Tengah Perang Libya
Sempat tidak yakin dengan prospeknya, Shafeek mengunggah ide bisnis tersebut secara daring. Setelah viral dan menarik minat banyak pengiklan, ia akhirnya memilih bermitra dengan jaringan klinik rambut dan kulit terkemuka di India sebagai klien pertamanya.
"Saya menandatangani kontrak dengan klinik tersebut. Saya rasa saya orang pertama di India yang memonetisasi kebotakan seperti ini," katanya.
"Saya tidak melakukan ini untuk ketenaran, tetapi untuk menantang pandangan masyarakat tentang citra tubuh dan menumbuhkan kepercayaan diri," imbuh dia.
Melalui kanal YouTube '70mm Vlogs' yang memiliki 28.000 pelanggan, Shafeek memanfaatkan pengalamannya sebagai kreator konten di Kerala dan Arab Saudi untuk menciptakan konten yang berdampak. Mantan produser program ini kini berkomitmen mengubah momen harian menjadi tontonan yang inspiratif.
Sambil terus mempromosikan metode iklan uniknya, Shafeek menargetkan tawaran kontrak yang lebih besar dan kompetitif untuk memperluas jangkauan bisnis branding pribadinya. (C)
Penulis: Merdiyanto
Editor: Mustaqim
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS