Varian Delta Tidak Secara Khusus Menyerang Anak-Anak, Ini Penjelasan WHO

Fitrah Nugraha

Reporter

Sabtu, 31 Juli 2021  /  1:55 pm

Seorang anak dipakaikan masker oleh ibunya. Foto: Repro google.com

JAKARTA, TELISIK.ID - Masyarakat dunia masih dihantui dengan pandemi COVID-19, yang kini memiliki varian barunya yakni varian Delta.

Melansir dari Suara.com, meski lebih banyak anak-anak yang tertular COVID-19, namun varian Delta tidak secara khusus lebih menyerang anak-anak.

Hal tersebut dinyatakan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Jumat (31/7/2021).

Pemimpin teknis COVID-19 WHO, Maria Van Kerkhove mengatakan, bukti menunjukkan bahwa varian yang pertama kali terdeteksi di India lebih menular secara umum, bukan hanya menaegetkan anak-anak. 

"Biar saya perjelas, kami tidak melihat varian Delta secara khusus menargetkan anak-anak," kata Van Kerkhove, dilansir dari Medical Xpress.

Delta kini telah terdeteksi di 132 negara dan lebih menular daripada versi virus sebelumnya, termasuk varian lain yang menjadi perhatian.

Badan Kesehatan PBB mengatakan bahwa mereka sedang melakukan penelitian untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang dinamika varia Delta dan mengapa varian itu lebih menular.

"Ada beberapa saran bahwa varian tersebut secara khusus menargetkan anak-anak, tetapi sebenarnya tidak demikian. Apa yang kami lihat adalah bahwa varian tersebut akan menargetkan mereka yang berbaur secara sosial," kata Van Kerkhove.

Baca Juga: Amerika Larang Warganya ke Indonesia, Takut COVID-19 dan Teroris

Baca Juga: Video: Viral, Kerumunan Warga Berebut Nomor Antrean Vaksin di Tangerang

"Apa yang kami lihat adalah varian yang beredar akan menginfeksi orang jika mereka tidak mengambil tindakan pencegahan yang tepat," katanya.

Tindakan yang tepat merujuk pada langkah-langkah seperti menjaga jarak fisik dan menghindari berkumpul di dalam ruangan yang berventilasi buruk dan padat.

WHO telah menerbitkan rencana yang merinci cara-cara pembukaan kembali sekolah dengan aman.

"Tetapi kami benar-benar perlu menurunkan transmisi di masyarakat untuk memastikan bahwa mereka dapat membuka dengan aman," kata Van Kerkhove. (C)

Reporter: Fitrah Nugraha

Editor: Haerani Hambali