Wajib Tahu, Perselingkuhan Kering dan Basah

Haidir Muhari

Reporter

Sabtu, 21 November 2020  /  11:47 am

Tidak adanya perhatian yang utuh menjadikan perempuan akhirnya berpaling ke orang lain. Sementara pria berselingkuh disebabkan karena kerap bertemu dengan perempuan yang lebih menarik dari istrinya. Foto: Repro Tribunnewsmaker.com

KENDARI, TELISIK.ID - Perselingkuhan dalam rumah tangga kerap berakibat fatal, raibnya keharmonisan, perceraian, bahkan penularan penyakit menular seksual.

Rumah tangga mempunyai peranan penting dalam membina kepribadian anak. Perselingkuhan kerap menjadi biang karamnya bahtera rumah tangga. Jika peran itu tidak terwujud maksimal, maka masa depan anak bisa saja terancam.

Dilansir dari Ayobandung.com, pakar seksologi dr Boyke Dian Nugraha SpOG mengungkapkan, tidak adanya perhatian yang utuh menjadikan perempuan akhirnya berpaling ke orang lain. Di sisi lain pria berselingkuh disebabkan karena kerap bertemu dengan perempuan yang lebih menarik dari istrinya.

Hal itu menunjukkan bahwa pria lebih tertarik pada visual dan biologis, sementara wanita lebih kepada kebutuhan emosi atau psikologi. Survei yang dilakukan kepada pria dan wanita menunjukkan bahwa 70 persen pria dan 49 persen wanita memutuskan berselingkuh karena kurangnya emosi, hilangnya geliat romansa, serta kehidupan seks yang membosankan.

Penelitian yang dilakukan oleh Universitas Padjajaran menunjukkan bahwa dua di antara lima wanita karier berselingkuh dan dua di antara tiga pria berselingkuh. Ini menunjukkan bahwa laki-laki lebih rentan melakukan perselingkuhan.

Boyke menjelaskan, perselingkuhan ada dua macam. Perselingkuhan kering dan basah.

Saat ini, paparnya, perselingkuhan kering marak terjadi. Biasanya dimulai dari saling berkirim pesan, makan bersama, pulang bersama bahkan sampai ada panggilan khusus, seperti sayang atau cinta, kepada orang yang bukan suami atau istrinya.

Baca juga: Kendari Undercover: Aksi Plus-plus di Balik Tirai Panti Pijat

"Apalagi zaman sekarang, panggilan 'beb, cinta, say' di antara teman-teman itu dinilai hal biasa. Temannya sudah akrab, kerja satu kantor. Itu disebut perselingkuhan kering," katanya.

Perselingkuhan kering ini kerap menjadi pemicu terjadinya perselingkuhan basah. Biasa diawali curhat ke teman kerja lawan jenis mengenai masalah di rumah tangga.

Lama kelamaan dengan intensitas kebersamaan yang semakin sering, kenyamanan pun bertahta. Kemudian berpegangan, dan seterusnya, hingga menjadi perselingkuhan basah yaitu hubungan intim.

"Sekitar 20 sampai 30 persen perselingkuhan kering jadi perselingkuhan basah," ujarnya.

Meskipun rata-ratanya perselingkuhan tidak diawali niat untuk berselingkuh. Mereka berdalih bahwa keadaanlah yang menuntut mereka sampai selingkuh.

Perseligkuhan basah ini, lanjut Boyke, akhirnya berujung pada kehamilan yang tidak diinginkan. Ini yang turut menyumbang jumlah aborsi.

Untuk itu, Boyke mengingatkan bahwa perselingkuhan juga bisa menyebabkan penyakit kelamin. Perselingkuhan juga bisa menyebabkan ketidakharmonisan, perceraian, dan kanker serviks. (C)

Reporter: Haidir Muhari

Editor: Haerani Hambali

TOPICS