Fenomena Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 Bakal Hiasi Langit Indonesia, Ini Jadwal dan Cara Lihatnya
Merdiyanto , telisik indonesia
Minggu, 01 Maret 2026
0 dilihat
Fenomena gerhana bulan total akan menghiasi langit Indonesia pada 3 Maret 2026. Foto: Repro Antara
" Langit Indonesia akan disuguhkan fenomena alam menakjubkan berupa Gerhana Bulan Total "

JAKARTA, TELISIK.ID - Hanya dua hari lagi, langit Indonesia akan disuguhkan fenomena alam menakjubkan berupa Gerhana Bulan Total pada Selasa, 3 Maret 2026.
Peristiwa ini, yang sering disebut sebagai Blood Moon karena Bulan akan tampak berwarna merah kejinggaan, terjadi ketika Bulan sepenuhnya masuk ke bayangan inti Bumi (umbra).
Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gerhana ini dapat disaksikan dari seluruh wilayah Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua, asalkan kondisi cuaca mendukung.
Melansir dari CNN Indonesia, Minggu (1/3/2026), fenomena ini juga bertepatan dengan bulan Ramadan 1447 H, tepatnya sekitar pertengahan puasa, sehingga umat Muslim dianjurkan untuk melaksanakan salat khusuf (salat gerhana) selama berlangsungnya.
Gerhana Bulan Total ini akan terlihat di wilayah yang sedang malam hari, termasuk sebagian besar Asia, Australia, Samudra Pasifik, dan barat Amerika Utara.
Di Indonesia, durasi totalitas atau fase penuh merah mencapai sekitar 59 menit, menjadikannya kesempatan langka untuk pengamatan astronomi.
BMKG menekankan bahwa tidak ada bahaya bagi mata manusia, berbeda dengan gerhana matahari, sehingga bisa diamati langsung tanpa alat pelindung khusus.
Baca Juga: Gerhana Matahari Cincin Terjadi 17 Februari 2026
Jadwal Lengkap Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026
Berdasarkan data resmi BMKG dan sumber astronomi seperti NASA, berikut rincian fase gerhana dalam tiga zona waktu utama Indonesia (WIB, WITA, WIT). Waktu ini akurat hingga detik untuk memastikan pengamatan optimal:
- Gerhana Penumbra Mulai (P1): Bulan mulai memasuki bayangan luar Bumi, perubahan cahaya masih samar.
WIB: 15:42:44
WITA: 16:42:44
WIT: 17:42:44
- Gerhana Sebagian Mulai (U1): Bagian Bulan mulai tertutup bayangan inti.
WIB: 16:49:46
WITA: 17:49:46
WIT: 18:49:46
- Gerhana Total Mulai (U2): Bulan sepenuhnya masuk umbra, mulai terlihat merah.
WIB: 18:03:56
WITA: 19:03:56
WIT: 20:03:56
- Puncak Gerhana: Momen Bulan paling dalam di bayangan, warna merah paling intens.
WIB: 18:33:39
WITA: 19:33:39
WIT: 20:33:39
- Gerhana Total Berakhir (U3): Bulan mulai keluar dari umbra total.
WIB: 19:03:23
WITA: 20:03:23
WIT: 21:03:23
- Gerhana Sebagian Berakhir (U4): Bulan keluar dari bayangan inti.
WIB: 20:17:33
WITA: 21:17:33
WIT: 22:17:33
- Gerhana Penumbra Berakhir (P4): Akhir sepenuhnya, Bulan kembali normal.
WIB: 21:24:35
WITA: 22:24:35
WIT: 23:24:35
Durasi total gerhana sekitar 5 jam 41 menit, dengan fase total berlangsung 59 menit 27 detik.
Bagi Anda di wilayah Indonesia Tengah seperti Bali atau Sulawesi, sesuai waktu WITA saat ini, puncak akan terjadi sekitar pukul 19:33, tepat setelah maghrib, dilansir dari BMKG, Minggu (1/3/2026).
Cara Melihat dan Tips Pengamatan
Untuk menyaksikan Blood Moon ini, Anda tidak memerlukan peralatan mahal. Cukup mata telanjang sudah cukup, tetapi untuk detail lebih baik, gunakan binokular atau teleskop sederhana.
Baca Juga: Fakta Ilmiah: Ini yang Membuat Bulan Berubah Merah saat Gerhana Bulan Total
Pilih lokasi terbuka dengan pandangan timur yang luas, jauh dari cahaya kota untuk menghindari polusi cahaya.
Mulailah pengamatan dari sore hari saat Bulan terbit sekitar pukul 17:00-18:00 tergantung lokasi.
Jika cuaca buruk, BMKG menyediakan siaran langsung melalui situs resmi mereka di gerhana.bmkg.go.id atau kanal YouTube resmi. Anda juga bisa mengikuti live stream dari observatorium internasional seperti NASA.
Jika langit cerah, ini akan menjadi momen sempurna untuk foto atau pengamatan keluarga.
Jangan lewatkan kesempatan ini, karena gerhana bulan total berikutnya yang terlihat luas di Indonesia baru akan terjadi beberapa tahun mendatang. (C)
Penulis: Merdiyanto
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS