Warga Muna Barat Antusias Berburu Tiga Komoditi di Pasar Murah

Putri Wulandari

Reporter Muna Barat

Sabtu, 04 November 2023  /  7:52 pm

Warga antusias berbelanja tiga komoditi di pasar murah yang diselenggarakan oleh Pemda Muna Barat. Foto: Putri Wulandari/Telisik

MUNA BARAT, TELISIK.ID - Antusias masyarakat dalam memadati pasar murah yang diselenggarakan oleh Pemda Muna Barat, dalam menekan angka inflasi.

Diketahui, Pemda Muna Barat terus menekan angka inflasi dengan melakukan pasar murah. Tak hanya itu, pemda juga turut memberikan bantuan beras gratis untuk masyarakat Muna Barat, yang mana ini juga sebagai langkah mengurangi pengeluaran masyarakat.

Untuk itu, salah satu masyarakat, Sinta warga asal Desa Konawe, Kecamatan Kusambi mengaku antusias dengan adanya pasar murah yang digelar di wilayah tersebut, pasalnya dengan harga murah yang diberikan mampu membantu perekonomian masyarakat.

Terlebih harga di pasar sangat jauh berbeda dengan harga yang diberikan pada pasar murah dalam mendapatkan tiga komoditi yaitu beras, minyak goreng dan gula pasir.

Baca Juga: Sulawesi Tenggara Salah Satu Penyumbang Inflasi, Pemda Muna Barat Tekan Lewat Pasar Murah

"Kalau di pasar untuk tiga komoditi ini sudah sangat mahal, terlebih harga beras yang saat ini alami kenaikan harga," ungkapnya, Sabtu (4/11/2023).

Selanjutnya, salah satu warga asal Desa Guali, Kecamatan Kusambi, Muhisa mengatakan dengan pasar murah ini ada poin plus minusnya. Yang mana di pasar murah masyarakat bisa mendapatkan keuntungan lebih banyak ketika berbelanja komoditi yang disiapkan oleh pemda, tetapi ia juga khawatir dengan pedagang di pasar tradisional.

Pasalnya, ketika pasar murah diselenggarakan masyarakat berbondong-bondong untuk berbelanja di pasar murah, sehingga pedagang sembako di pasar tradisional saat itu jualannya tidak laris.

"Hari ini, pasar murah dilaksanakan di Guali sehingga pedagang sembako di sini sepi pembeli, akhirnya menunggu lagi tiga hari ke depan untuk laku kembali," ungkapnya.

Sementara itu, beberapa warga yang ditemui mengatakan menurut informasi yang didapatkan di pasar murah itu akan disediakan komoditi bawang merah, sehingga banyak masyarakat yang berburu untuk membeli bawang merah, karena harga bawang merah di pasar saat ini juga mengalami kenaikan harga, akan tetapi komoditi tersebut tidak tersedia saat digelar pasar murah.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Muna Barat, La Ode Aka mengatakan, pasar murah ini bekerjasama dengan Perum Bulog, yang mana sistemnya Perum Bulog menyediakan tiga komoditi yang diminta oleh Pemda Muna Barat, kemudian dijual ke masyarakat dengan harga murah.

Baca Juga: RSUD Muna Barat Raih Akreditasi Tingkat Utama

"Untuk satu paket itu sebesar Rp 82.000, dengan rincian harga beras Rp 53.000 per lima kilo gram, gula pasir Rp 15.000 per kilo gram, minyak goreng Rp 14.000 per liter," ungkapnya.

Selanjutnya untuk stok yang disediakan perum Bulog yakni beras sebanyak 5 ton, gula pasir sebanyak 1 ton, dan minyak goreng sebanyak 2000 liter. Jika dibandingkan dengan harga di pasar yakni beras medium untuk per kilo gram seharga Rp 13.600, minyak goreng Rp 20.000 per liter, dan gula pasir per kilo gram seharga Rp 16.000.

Untuk komoditi bawang merah tidak tersedia di pasar murah, ia mengatakan karena adanya penolakan dari pihak petani bawang merah, sebab bawang merah yang telah dipanen beberapa waktu lalu akan dijadikan bibit untuk ditanam kembali.

"Kemarin itu pada saat panen mencapai 8-9 ton jadi ini petani akan jadikan bibit lagi sehingga tidak disediakan komoditi bawang merah," pungkasnya. (A-Adv)

Penulis: Putri Wulandari

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS