"Kami juga merasa kesulitan ketika hendak mengantar warga yang sakit atau ibu yang mau melahirkan ke puskesmas. Harus menggunakan mobil dump truck atau mobil hardtop," bebernya.
Pasalnya, jalan tersebut merupakan satu-satunya akses masyarakat saat beraktivitas baik menuju lahan perkebunan maupun menuju Kecamatan Porehu dan Tolala.
"Ketika ada masyarakat yang hendak bepergian misalnya ke Luwu Timur atau Makassar, mereka terlebih dulu naik motor atau Hardtop menuju Desa Larui, Kecamatan Porehu, baru dijemput mobil angkutan umum," tukasnya.
Baca juga: Meski Belum Keluar Hasil Swab, Pasien Meninggal di RS Raha Diperlakukan Prokes COVID-19
Baca juga: Dana Rp 921 Juta yang Ditransfer ke Rekening Pribadi Bendahara Dinkes Telah Dikembalikan
