Penyebab utamanya sering kali tidak terdiagnosis sebelumnya, sehingga sulit untuk diprediksi. Namun, ada langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko kematian mendadak akibat penyakit jantung.
Sementara mengutip HealthXchange.sg, kematian mendadak akibat penyakit jantung dapat terjadi selama melakukan aktivitas fisik berat.
Hal ini sering kali dipicu oleh masalah jantung yang tidak terdiagnosis, seperti gangguan otot jantung, kelainan pada sistem kelistrikan jantung, infeksi yang melemahkan otot jantung, atau kelainan kongenital pada pembuluh arteri koroner.
Dr. Rajesh mengatakan bahwa pasien dengan aneurisma biasanya mengalami gejala seperti nyeri punggung dan perut yang tiba-tiba. Selain itu, pusing atau hilangnya kesadaran juga bisa menjadi tanda-tanda adanya masalah pada pembuluh darah arteri.
Baca Juga: Enam Metode Jalan Kaki Ampuh Bakar 100 Kalori, Musuh Perut Buncit
