Baca Juga: Menangkan Gugatan Lingkungan Morosi Melawan PT OSS, Ini Profil Direktur Walhi Sultra Andi Rahman

Lebih jauh, ia juga menegaskan bahwa persoalan tata ruang menjadi tantangan besar bagi Kota Kendari. Penataan ruang yang buruk menyebabkan wilayah rawan bencana tetap dijadikan lokasi pembangunan perumahan, sehingga risiko banjir dan kerusakan lingkungan meningkat.

“Tantangan kita, identifikasi pemetaan ruang yang rentan terdampak itu tidak dilakukan. Sehingga tiba-tiba terjadi banjir akibat pembangunan perumahan,” ungkapnya.

Baca Juga: BTN Djavino Diduga Serobot Jalan Lingkungan di Kelurahan Watubangga, Komisi III DPRD Kendari Geram

Ia mencontohkan kasus di Puuwatu, di mana rumah-rumah yang sudah lama berdiri di dataran rendah terdampak banjir setelah area pegunungan di atasnya dikeruk untuk proyek perumahan.