“Situasi di sana (Afrika Tengah) kualitatif dan sangat dinamis dengan konflik yang terjadi antar suku serta juga situasi politik. Karena itu, mereka (Garuda Polri) harus memiliki kemampuan pribadi yang sangat tinggi, terutama spesialis dalam menembak," kata Krishna di Pusdiklat Brimob Polri, Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Jumat (20/8/2021).

Baca Juga: Miliki Senjata Api, Mayjen TNI Ini Dituntut 7 Bulan Penjara

Baca Juga: Jokowi Terbitkan Aturan Perlindungan Khusus Anak Korban COVID-19

Dengan tim penguji yang didatangkan 2 Utusan PBB yakni Kolonel Dridi Aymen dari Tunisia dan Letnan Satu Top Penda dari Senegal yang melihat langsung kapasitas, sangat dipercaya skill Tim Garuda Polri dalam menembak jarak jauh.

“Kemampuan Garuda Polri dalam membidik dan menembak tepat sasaran dibutuhkan untuk menjaga diri dan melindungi masyarakat guna mengantisipasi teror dan juga serangan mendadak yang mungkin terjadi di wilayah konflik Afrika Tengah," ujar lulusan Akpol Tahun 1991 itu.