Baca Juga: Waspada Karhutla, BMKG Deteksi 100 Titik Panas di Sulawesi Tenggara

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena anak-anak tidak hanya membutuhkan pembinaan dalam bidang olahraga, tetapi juga pemahaman mengenai bagaimana menjaga diri, membangun pergaulan yang sehat, serta mengetahui dampak dari perilaku yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain,” ujar Sujarwin.

Menurutnya, siswa SKO merupakan generasi muda yang dipersiapkan untuk berkembang melalui jalur olahraga. Karena itu, pembentukan karakter menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses pembinaan mereka.

Sujarwin menilai pemahaman mengenai kenakalan remaja dan kekerasan seksual penting diberikan sejak dini. Dengan edukasi tersebut, siswa diharapkan mampu mengenali perilaku yang tidak tepat serta lebih berani mengambil sikap ketika menghadapi persoalan di lingkungan pergaulan.

Baca Juga: Merasa Layak Dapat Bansos, Begini Cara Mengubah Data Desil