Baca Juga: Hidup Sebatang Kara di Kendari, Pemulung 75 Tahun Ini Butuh Uluran Tangan Pemerintah
La Dati mengaku pekerjaan yang digelutinya selama empat tahun ini dilakukannya tiap subuh pagi sampai sore, ia harus terus memulung untuk menyambung kehidupan keluarganya.
"Akhirnya mau tidak mau dari pada saya sama anak tidak makan yang dilakukan hanya bisa memulung dari subuh sampai magrib," kata dia.
Tak banyak yang ia bisa dapat setiap harinya. Jika nasib sedang baik, dia bisa dapat Rp 20.000 per hari.
Baca Juga: Perjuangan Seorang Ibu, Hidupi Anak dari Jualan Tisu dan Air Mineral
