Dikepung IUP, Warga Trauma Bencana di Musim Penghujan

Hir Abrianto, telisik indonesia
Selasa, 19 Januari 2021
0 dilihat
Dikepung IUP, Warga Trauma  Bencana di Musim Penghujan
Banjir melanda Desa Pongkalaero, Minggu 17 Januari 2021. Foto: Hir/ Telisik

" Kami sudah rasakan banjir pada hari Minggu lalu, jadi kalau sudah mendung masyarakat mulai was-was jangan sampai terjadi banjir susulan. "

BOMBANA, TELISIK.ID - Dikepung oleh wilayah Izin Usaha Pertambangan, Warga beberapa desa di Kabaena mulai trauma dengan bencana banjir saat musim penghujan tiba.

Minggu 17 Januari lalu, dua kecamatan di Kabupaten Bombana yakni Kecamatan Kabaena Selatan dan Kabaena Barat alami banjir setelah dilanda hujan deras selama berjam-jam.

Berdasarkan keterangan warga Desa Pongkalaero, Jaba mengungkapkan, saat ini warga selalu berjaga-jaga apabila hujan kembali melanda Kabaena. Masyarakat sekitar alami trauma setelah menyaksikan air mengalir dengan debit yang sangat tinggi bercampur dengan lumpur.

"Kami sudah rasakan banjir pada hari Minggu lalu, jadi kalau sudah mendung masyarakat mulai was-was jangan sampai terjadi banjir susulan," ucap Jabatan, Selasa (19/1/2021).

Akibat banjir yang melanda Desa Puununu, Pongkalaero dan Batuawu Kecamatan Kabaena Selatan, dua jembatan alami kerusakan dan beberapa rumah warga terancam rusak akibat terkikis arus air.

Sementara di Desa Baliara, Kecamatan Kabaena Barat, ratusan meter pesisir lautan tercemari lumpur.

Baca juga: PT ANTAM Gelar Upacara Pembukaan Bulan K3 Tahun 2021

Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bombana melalui Sekretaris Dinas, Makmur Darwis membenarkan beberapa desa yang dilanda banjir beberapa waktu lalu merupakan pemukiman warga yang dikelilingi oleh IUP.

Di antaranya, PT. Timah dan Trias yang beroperasi tak jauh dari perkampungan warga di dua kecamatan yakni Kabaena Kelurahan Rahampuu dan Teomokole. Sementara Desa Batuawu, Puununu dan Pongkalaero Kecamatan Kabaena Selatan berdekatan dengan IUP PT TBS serta PT. Tekonindo

Guna memastikan Akibat banjir air yang diserta lumpur tersebut, DLH kerahkan personil untuk melakukan peninjauan di lokasi tersebut.

"Kami sudah sementara lakukan peninjauan di beberapa desa yang kemarin dilanda banjir, untuk melihat apakah benar disebabkan karena aktivitas pertambangan," ucap Makmur.

"Nanti kami sampaikan hasilnya secara terbuka," tutupnya. (B)

Reporter: Hir Abrianto

Editor: Haerani Hambali

TAG:
Artikel Terkait
Baca Juga