adplus-dvertising

DPR Imbau Otoritas Bandara Soekarno-Hatta Terapkan Protokoler Secara Simpel

Marwan Azis, telisik indonesia
Jumat, 03 Juli 2020
799 dilihat
DPR Imbau Otoritas Bandara Soekarno-Hatta Terapkan Protokoler Secara Simpel
Pemeriksaan penumpang di Bandara Soekarno-Hatta. Foto: Angkasa Pura II.

" Itu yang kita ingatkan kepada pengelola Bandara Soekarno-Hatta hari ini. "

JAKARTA, TELISIK.ID - Pemerintah sudah membuka kembali layanan transportasi udara untuk publik, namun banyak warga mengeluhkan berbelit-belitnya birokrasi ketika akan melakukan penerbangan di masa pandemi COVID-19 dan berimplikasi mahalnya biaya yang harus dikeluarkan.

Akibatnya, persoalan tersebut mendapat perhatian dari dari Wakil Ketua Badan Urusan Ruman Tangga (BURT) DPR RI, A Bakri. Ia menghimbau pemerintah, terutama otoritas Bandara Soekarno-Hatta agar menjalankan protokoler yang simpel dan tidak memakan waktu terlalu lama.

Di masa pandemi Corona saat ini, protokol pencegahan COVID-19 memang sudah dilakukan otoritas bandara dengan ketat dan akurat.


"Kami ingin melihat situasi dan kondisi Bandara Soekarno-Hatta termasuk layanannya. Kami dari DPR menyarankan kepada pemerintah supaya melakukan protokoler yang singkat tidak terlalu bertele-tele, sehingga masyarakat juga tidak merasa terbebani," kata Bakri dalam keterangan persnya di Jakarta, Jumat (3/7/2020).

Anggota Komisi V DPR RI yang membidangi masalah transportasi ini menilai, protokoler bandara selama masa pandemi COVID-19  yang memakan waktu lama adalah Rapid Test.

Dahulu sebelum ada layanan Rapid Test di bandara, para calon penumpang harus membawa dokumen hasil Rapid Test dari rumah sakit dengan biaya mahal untuk mengakses transportasi udara. Namun kini lanjut Bakri, layanan murah Rapid Test bagi calon penumpang pesawat sudah bisa dilakukan di bandara.

Baca juga: Mendagri: Pandemi COVID-19 Ujian bagi Demokrasi Indonesia

"Saya termasuk pengguna transportasi udara. Rapid Test itu dulu (membuat) orang mikir, ternyata lebih mahal tesnya dari pada tiketnya. Alhamdulillah hari ini cuma Rp 200 ribu saja mereka sudah bisa terbang. Kalau tidak bisa ke rumah sakit, di bandara ada. Apalagi sekarang ada maskapai swasta yang menyedialan Tapid Test tidak lebih dari Rp 100 ribu," terangnya.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini mengungkapkan, layanan Rapid Test sudah dipermudah, tapi tidak menghilangkan keamanannya. Bakri mengingatkan, jangan sampai kemudahan layanan kesehatan di bandara itu malah membuat bencana.

"Itu yang kita ingatkan kepada pengelola Bandara Soekarno-Hatta hari ini," ujarnya.

Katanya, pada Kamis (2/7/2020) kemarin, Delegasi BURT DPR RI sempat meninjau Terminal tiga Bandara Soekarno-Hatta yang saat itu kondisinya sepi penumpang. Kondisi yang sama juga terlihat di Lounge Garuda.

"Kita melihat Terminal tiga Bandara Soekarno-Hatta memang sepi. Tapi laporan dari Angkasa Pura II sudah ada peningkatan. Per hari katanya sudah 35 ribu penumpang dari sebelumnya di masa normal sekitar 200 ribu. Jauh sekali memang. Kita berharap dengan perbaikan-perbaikan ini mudah-mudahan masyarakat bisa kembali menggunakan transportasi udara," tandasnya.

Reporter: Marwan Azis

Editor: Kardin

Baca Juga