JAKARTA, TELISIK.ID - Sebanyak 32 daerah di Indonesia, termasuk Konawe Selatan (Konsel) yang berada di Sulawesi Tenggara (Sultra) disebut rawan gangguan konvensional atau konflik antar pendukung pasangan calon (Paslon) dan juga sengketa ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Ini disebabkan perolehan suara antar Paslon di daerah tersebut hanya selisih (gap) di bawah 3 persen.

“Paska pemungutan suara, ada daerah yg perlu perhatian karena perolehan suara antara Paslon yang diduga tertinggi dengan kompetitornya di bawah 3 persen, ada potensi gangguan konvensional dan sengketa,” kata Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian  dalam Rapat Kerja (Raker) Komisi II DPR dan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama KPU, Bawaslu dan DKPP terkait Evaluasi Pilkada Serentak 2020 di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (19/1/2021), seperti dikutip dari Inews.id.

Tito menguraikan, ada 4 provinsi yang range perolehan suara antarpaslonnya rendah yakni, Kalimantan Selatan, Jambi, Sumatera Barat dan Kalimantan Tengah. Bahkan, Kalimantan Selatan dan Jambi range-nya di bawah 1 persen. Sementara Sumatera Barat dan Kalimantan Tengah 2-3 persen.

Untuk wali kota ada 3 daerah yang range-nya di bawah 3 persen yakni, Metro Lampung, Samarinda dan Ternate.