Maraknya Junk Food, Kini Pangan Fungsional Dilirik Orang

Affan Safani Adham, telisik indonesia
Kamis, 27 Agustus 2020
0 dilihat
Maraknya Junk Food, Kini Pangan Fungsional Dilirik Orang
Ika Dyah Kumalasari menyoal trend kembali ke alam yang mulai meningkat pesat di dunia. Foto: Affan Safani Adham/Telisik

" Selain itu, bengkuang bisa meningkatkan imunitas. "

YOGYAKARTA, TELISIK.ID - Saat ini, banyak kasus kesehatan yang berkaitan dengan pangan. Dampak baiknya, pangan fungsional banyak dilirik di tengah serbuan makanan instan dan junk food.

Trend kembali ke alami mulai meningkat pesat di dunia. Masyarakat pun mulai sadar pentingnya makanan sehat. Apalagi, saat pandemi COVID-19 seperti sekarang ini, setiap orang dituntut untuk tetap sehat agar terhindar dari berbagai macam virus.

Akhirnya, pangan fungsional dinilai mempunyai sumber gizi dan manfaat bagi kesehatan.

Dikatakan Ketua Program Studi Teknologi Pangan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, Ika Dyah Kumalasari , zaman dulu nenek moyang Indonesia mengonsumsi umbi-umbian semacam ketela, singkong, umbi garut, dan tales.

"Sehingga tidak banyak penyakit dan virus," ujarnya, Kamis (27/8/2020).

Makanan alami seperti umbi garut, dijelaskan Ika Dyah Kumalasari, memiliki potensi antidiabetes, menurunkan gula darah serta memiliki kemampuan merespon kadar gula darah.

Menurutnya, hampir semua umbi-umbian juga memiliki serat pangan tinggi yang bisa menjadi antikolesterol dan membuat pencernaan sehat.

"Kita bisa membuat kombinasi, misalnya menggantikan nasi dengan umbian lokal," kata Ika Dyah Kumalasari.

Baca juga: Bawa 66 Penumpang, Kapal Mati Mesin di Laut Buton Selatan

Bagi Ika, ubi jalar memiliki manfaat sebagai antioksidan dan umbian yang telah diolah menjadi tepung pun bisa menjadi bahan dasar kue.

"Selain itu, bengkuang bisa meningkatkan imunitas," kata Ika yang menyarankan untuk memanfaatkan tanaman yang ada di sekitar kita.

Katanya lagi, jangan lupakan umbian lokal yang memberikan banyak manfaat seperti kesehatan dan ketahanan pangan.

Saat ini pihaknya telah membuat penelitian inovasi produk membuat cookies berbahan umbi garut dan bengkuang.

"Produknya aman bagi penderita diabetes. Sebab memiliki serat tinggi dan bagus untuk menetralisir kolesterol," tandasnya.

Harapan jangka panjang produk yang dihasilkan kini semakin beragam sehingga mendatangkan kebermanfaatan bagi banyak pihak.

Selain sebagai upaya mengembangkan kedaulatan pangan lokal, konsep kembali ke alam pun dapat mendukung tubuh lebih sehat sehingga terbebas dari berbagai penyakit atau virus.

Reporter: Affan Safani Adham

Editor: Kardin

TAG:
Artikel Terkait
Baca Juga