KENDARI, TELISIK.ID - Kurikulum Prototipe yang digaungkan oleh Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) Republik Indonesia (RI) telah diujicobakan di 2.500 sekolah yang tergabung dalam Program Sekolah Penggerak (PSP).
Namun, tak semua satuan pendidikan tingkat menengah atas masuk ke dalam Program Sekolah Penggerak sebab penjaringan yang cukup ketat.
Diberitakan sebelumnya, Kepala Bidang Sekolah Menengah Atas (SMA), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sulawesi Tenggara (Sultra), La Samahu mengatakan, untuk Sultra terdapat beberapa sekolah yang menjadi bagian dari PSP.
"Kurang lebih sebanyak 30 sekolah di Sulawesi Tenggara sudah menjadi sekolah penggerak, dengan rincian terbanyak di Buton Selatan, Buton Tengah, dan Bombana," katanya.
Meski demikian, apakah sekolah-sekolah yang tidak tergabung ke dalam Program Sekolah Penggerak lantas tak diperkenankan menerapkan Kurikulum Prototipe?
