5 Perubahan pada Tubuh Wanita Setelah Pertama Kali Berhubungan Seks

Adinda Septia Putri

reporter

Selasa, 16 Mei 2023  /  8:01 am

Bagi wanita, berhubungan seks untuk pertama kalinya memberi reaksi dan perubahan pada tubuhnya. Foto: Repro Grid.id

KENDARI, TELISIK.ID - Berhubungan seks untuk yang pertama kalinya pasti memberi dampak tidak hanya secara psikologis tapi juga secara fisik. Khususnya perempuan, tubuh bereaksi terhadap aktivitas seksual pertama.

Dilansir dari Suara.com-jaringan Telisik.id dan Kompas.com, berikut beberapa perubahan dalam tubuh wanita setelah pertama kali melakukan hubungan seks.

1. Bentuk Miss V Berubah

Organ kewanitaan termasuk area yang sensitif. Setelah melakukan hubungan intim, elastisitas vagina akan berubah, kondisi itu disesuaikan dengan frekuensi aktivitas seksual yang dilakukan.

Baca Juga: Ini Akibatnya Jika Body Lotion Digunakan Sebagai Pelumas Seks

Selain elastisitas, vagina juga akan terasa lebih tebal dan bengkak. Namun, kondisi itu akan berangsur-angsur pulih ataupun hilang sendiri.

2. Payudara jadi sensitif

Payudara pada perempuan akan mengalami perubahan juga akibat hubungan seksual. Bagian tubuh itu akan lebih sensitif terhadap sentuhan akibat suplai darah ke payudara yang meningkat. Kemudian jaringan payudara juga akan terasa lebih kencang.

3. Puting mengeras 

Selain payudara, puting payudara juga akan mengalami perubahan. Saat melakukan hubungan seksual, puting akan lebih keras dan lebih menonjol serta sensitif. Kondisi ini biasa terjadi saat perempuan sedang dalam puncak gairah, terutama bila sampai klimaks atau orgasme.

4. Klitoris makin tebal

Baca Juga: Manfaat Seks di Pagi Hari, Bikin Glowing hingga Redakan Stres

Klitoris akan menebal kemudian juga rahim ada perubahan dengan sedikit naik posisinya. Klitoris akan lebih sensitif, terutama saat diberikan rangsangan. Kondisi itu tidak permanen, dan akan kembali seperti semula setelah beberapa saat.

5. Produksi hormon

Hormon serotonin atau hormon bahagia akan banyak diproduksi tubuh usai jalani hubungan seksual. Selain itu juga ada hormon oksitosin yang keluar ketika perempuan mencapai orgasme.

Hormon oksitosin juga disebut dengan hormon cinta. Sehingga perempuan bisa saja terlihat lebih bahagia juga lebih cinta dengan pasangannya karena dibanjiri kedua hormon tersebut. (C)

Penulis: Adinda Septia Putri

Editor: Haerani Hambali

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS