7 Cara Membuat Wanita Cepat Capai Orgasme saat Berhubungan Intim

Nurdian Pratiwi

Reporter

Jumat, 04 November 2022  /  3:26 pm

Orgasme adalah sesuatu yang didambakan setiap orang ketika bercinta, tak terkecuali wanita. Sayangnya masih banyak wanita yang mengaku sulit mencapai klimaks saat berhubungan seksual. Foto: Repro Kompas.com

KENDARI, TELISIK.ID - Jika mendengar kata orgasme kebanyakan orang pasti akan memikirkan sesuatu yang tidak jauh dari kata kenikmatan.

Namun, untuk mendapatkan hal tersebut dalam suatu hubungan percintaan tidaklah mudah. Terkhususnya bagi para wanita.

Padahal, orgasme saat berhubungan seksual dapat memberi sensasi luar biasa secara psikis maupun psikologis.

Mengutip dari Alodokter.com, Klimaks seksual atau orgasme adalah saat seseorang mencapai puncak sensasi rasa nikmat ketika melakukan hubungan seksual. Klimaks pada wanita ditandai dengan kontraksi otot panggul, jantung berdetak cepat, dan keluarnya cairan dari vagina layaknya ejakulasi pada pria.

Baca Juga: Wajib Tahu, Ini 5 Cara Komunikasi yang Disukai Banyak Orang

Namun keluarnya cairan dari vagina saat orgasme tidak dialami oleh setiap wanita.

Jika dirangsang dengan tepat, wanita bahkan bisa mengalami klimaks lebih dari satu kali saat berhubungan seksual, lho.

Ada beberapa faktor yang terkadang bisa membuat wanita kesulitan untuk mencapai klimaks, mulai dari stres, kelelahan, menopause, gangguan kesehatan tertentu, seperti depresi dan perubahan hormon.

Jika Anda merasa sering susah mencapai klimaks saat berhubungan intim, tidak perlu khawatir. Ada beberapa tips dan cara membuat wanita klimaks yang telah Telisik.id rangkum dari berbagai sumber.

1. Fokus saat Berhubungan

Terlalu banyak beban pikiran akan berpengaruh pada puncak orgasme wanita. Jadi, sebisa mungkin jaga kontak mata dengan pasangan sehingga para wanita bisa mengevaluasi tubuh dan menjaga kinerjanya selama beraktivitas seksual.

2. Selalu Berpikiran Seksi

Berpikiran seksi yang dimaksud adalah fantasi yang dapat membangkitkan gairah. Sebab, cara berpikir saat berhubungan seksual dapat memengaruhi kemampuan untuk orgasme lebih signifikan. Untuk itu, luaskan lagi imajinasi kamu saat di depan pasangan.

3. Jaga Komunikasi dengan Pasangan

Berbicaralah kepada pasangan tentang hal yang disenangi dan disukai sebelum bercinta. Dengan begitu, para wanita akan lebih terbuka dengan keinginan mereka sehingga puncak orgasme lebih cepat untuk dirasakan. Selain itu, cara ini sangat efektif dilakukan guna mempererat keromantisan hubungan.

4. Luangkan lebih banyak waktu untuk melakukan foreplay

Bagi sebagian wanita foreplay atau pemanasan sebelum melakukan hubungan seksual merupakan momen yang sangat penting.

Beberapa wanita mungkin membutuhkan lebih banyak rangsangan fisik dan emosional untuk dapat terangsang, diberi pelumas, agar dapat mencapai puncak kenikmatan atau orgasme.

Untuk melakukan foreplay, kuncinya adalah tidak terburu-buru dan kreatif melakukan rangsangan.

5. Sentuhan daerah sensitif wanita

Terdapat cara membuat wanita klimaks yang lebih mudah, yakni dengan melakukan foreplay atau rangsangan berupa sentuhan di daerah sensitif wanita, seperti klitoris. Rangsangan ini bisa diberikan melalui kecupan, sentuhan, hingga bantuan alat bantu seks.

Tak hanya klitoris, rangsangan juga dapat dilakukan di beberapa bagian sensitif wanita lain, seperti puting payudara, telinga, bagian belakang leher, paha, bahkan bokong.

6. Bisikan mesra

Ini juga menjadi salah satu cara membuat wanita klimaks lebih cepat. Bisikan mesra dan pujian, bahkan kata-kata nakal dan percakapan tentang fantasi seks juga dapat membuat wanita lebih cepat mencapai klimaks.

Baca Juga: Hal yang Perlu Ditulis dalam Pendaftaran PPPK Guru 2022 di Portal SSCN, Wajib Diperhatikan

Perubahan besar yang terjadi dalam kehidupan, seperti menikah, kehamilan, menopause, pindah rumah, atau berhenti dari pekerjaan, dapat membuat hasrat seksualitas wanita turun dan susah orgasme.

7. Berkonsultasi dengan Ahli Medis

Jika cara-cara sebelumnya tidak dapat bekerja secara maksimal, laporkan kepada dokter supaya mendapatkan penanganan terkait disfungsi seksual. (C)

Penulis: Nurdian Pratiwi

Editor: Kardin