9 Daerah di Sultra Masuk Tahap Tiga Program Sekolah Penggerak

Muhammad Ilwanto

Reporter

Rabu, 16 Maret 2022  /  8:35 pm

Susana sosialiasi Program Sekolah Penggerak yang dilakukan oleh Dikbud Sultra di salah satu SMA di Kota Kendari. Foto : Muhammad Ilwanto/Telisik

KENDARI, TELISIK.ID - Program sekolah penggerak yang berasal dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), kini sudah masuk tahap tiga. Di mana untuk tahap ini, ada 9 kabupaten/kota yang ditunjuk untuk mendaftar program ini, mulai dari tingkat SMA dan SLB.

Sembilan kabupaten tersebut antara lain adalah, Kota Kendari, Kolaka, Konawe, Konawe Selatan, Konawe Utara, Konawe Kepulauan, Wakatobi, Buton Utara, dan Muna Barat.

Program sekolah penggerak sendiri merupakan upaya untuk mewujudkan visi pendidikan Indonesia, dalam mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian melalui terciptanya pelajar Pancasila.

Serta berfokus pada pengembangan hasil belajar siswa secara holistik yang mencakup kompetensi (literasi dan numerasi) dan karakter, diawali dengan SDM yang unggul (kepala sekolah dan guru).

Kabid GTK Dikbud Sultra, Syaiful mengatakan, untuk tahap tiga ini, Sultra mendapatkan banyak kuota. Di mana ada sembilan kabupaten/kota yang masuk, dan ini jauh lebih banyak dari yang sebelumnya.

"Kalau yang di tahap pertama hanya tiga dan tahap kedua lima kabupaten. Pastinya sangat bersyukur artinya semuanya sudah masuk. Tentu ini akan menjadi sebuah hal yang sangat baik pastinya. Mengigat sekolah penggerak sendirian merupakan sebuah program untuk meningkatkan kualitas pendidikan di seluruh sekolah," ungkapnya kepada Telisik.id, Rabu (16/3/2022).

Baca Juga: Kendari dan Baubau Jadi Pilot Project Program Pemetaan dan Pemerataan Guru

Untuk sekolah penggerak, kata dia, hanya diperuntukkan bagi para kepala sekolah saja, yang nanti akan mendaftar dan diseleksi langsung dari pihak kementerian.

"Sekarang lagi sementara menunggu pengumuman seleksi pertama. Untuk tahap tiga ini kurang lebih ada sekitar 200 sekolah yang sudah mendaftar, di mana jika para kepala sekolah yang mendaftar ini dinyatakan lulus. Maka akan diberikan bantuan berupa fasilitas dan peningkata kompetensi guru. Yang tentunya akan meningkatkan kualitas dari sekolah itu sendiri," jelasnya.

Sementara itu, operator program sekolah penggerak Sultra, Limus Tasman  mengungkapkan, untuk tahapan seleksi sekolah penggerak itu dilakukan dengan dua tahapan.

Baca Juga: Kamu Calon Mahasiswa Baru? Simak Materi Tes SBMPTN 2022

"Pertama itu ada sesi pendaftaran, pengisian biodata dan esai, di mana tahap ini sudah selesai dari bulan lalu, tinggal menunggu pengumuman untuk lanjut ke tahap berikutnya. Untuk tahap kedua atau terakhir, tesnya yaitu simulasi mengajar dan wawancara, yang langsung dilakukan oleh pihak kementrian," jelasnya.

Lanjut dia, untuk penentuan kelulusan itu akan berdasarkan sesuai dengan nilai yang didapat oleh para kepala sekolah, yang mencukupi standarisasi penilai yang ditentukan pihak kementrian.

"Penentuan kelulusannya akan ditentukan melalui rapat pleno, yang akan dilakukan secara langsung oleh PP-PAUD, LPMP, GTK Pusat, dan pihak Dikbud Sultra, serta pihak pusat yang akan melakukan secara online. Akan tetapi penentu kelulusan sepenuhnya berada di pihak Kemendikbud," pungkasnya. (B)

Reporter: Muhammad Ilwanto

Editor: Kardin