9 Kebijakan Strategis Kemenkeu 2027, Stabilisasi Subsidi BBM hingga Efisiensi Belanja Masih Diterapkan

Ahmad Jaelani

Reporter

Selasa, 16 Juni 2026  /  9:25 am

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyiapkan sembilan kebijakan strategis menghadapi tantangan ekonomi global 2027. Foto: Instagram@menkeuri

JAKARTA, TELISIK.ID - Pemerintah mulai menyiapkan arah kebijakan ekonomi 2027 dengan fokus menjaga subsidi BBM, ketahanan pangan, dan disiplin fiskal di tengah ketidakpastian global.

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyiapkan sembilan kebijakan strategis sebagai pedoman pengelolaan ekonomi nasional pada 2027.

Langkah tersebut disusun untuk mengantisipasi berbagai tantangan global yang diperkirakan masih membayangi perekonomian dunia pada tahun mendatang.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan ketidakpastian ekonomi global masih dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari konflik geopolitik, perang dagang, hingga fluktuasi harga komoditas dan pasar keuangan. Kondisi tersebut dinilai memerlukan respons kebijakan yang terukur agar stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga.

Baca Juga: Migrasi Pengguna Pertamax ke Pertalite Bikin Subsidi BBM Anjlok Rp 19,5 Triliun, Begini Penjelasannya

Menurut Purbaya, pemerintah juga harus memastikan program prioritas nasional, khususnya di bidang ketahanan pangan, pengembangan sumber daya manusia, dan energi, dapat berjalan secara berkelanjutan.

“Berbagai kebijakan ini ditempuh untuk melindungi daya beli, menjaga stabilitas, dan memelihara momentum pertumbuhan ekonomi,” kata Purbaya dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta, seperti dikutip dari CNBC Indonesia, Selasa (16/6/2026).

Adapun sembilan kebijakan strategis Kementerian Keuangan pada 2027 meliputi:

1. Stabilisasi subsidi bahan bakar minyak (BBM).

2. Stabilisasi harga pangan.

3. Penguatan ketahanan energi dan pangan.

4. Menjaga disiplin fiskal dengan defisit di bawah 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

5. Efisiensi belanja negara.

6. Optimalisasi penerimaan dari sektor sumber daya alam (SDA).

7. Penyediaan paket stimulus untuk melindungi daya beli masyarakat dan dunia usaha.

8. Perbaikan pola penyerapan belanja pemerintah.

9. Penguatan sinergi dan kolaborasi kebijakan fiskal dan moneter.

Purbaya menegaskan, sembilan kebijakan tersebut akan menjadi fondasi pemerintah dalam menghadapi dinamika ekonomi pada 2027. Kebijakan fiskal yang disiplin dinilai penting untuk menjaga kepercayaan pasar sekaligus memberikan ruang bagi pemerintah dalam menjalankan program pembangunan.

Selain menetapkan sembilan kebijakan strategis, Kementerian Keuangan juga menyusun lima program utama untuk mendukung Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Baca Juga: Mau Beli Pertalite dan Biosolar? Berikut Cara Daftar Barcode BBM Subsidi Pertamina 2026

Lima program tersebut meliputi:

1. Kebijakan fiskal, sektor keuangan, dan ekonomi.

2. Pengelolaan penerimaan negara.

3. Pengelolaan belanja negara.

4. Pengelolaan perbendaharaan, kekayaan negara, dan risiko.

5. Dukungan manajemen.

Untuk menjalankan berbagai program tersebut, Kementerian Keuangan mengusulkan pagu indikatif tahun anggaran 2027 sebesar Rp49,8 triliun.

“Ini menjadi landasan kokoh untuk menyongsong dinamika tahun 2027,” tegas Purbaya.

Usulan anggaran tersebut akan digunakan untuk mendukung pelaksanaan program strategis kementerian, termasuk menjaga stabilitas ekonomi, meningkatkan kualitas pengelolaan fiskal, serta memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah tantangan global yang diperkirakan masih berlangsung. (C)

Penulis: Ahmad Jaelani

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS