Kenali Ciri Infeksi Jamur di Selangkangan, Jangan Abaikan Gatal hingga Kulit Mengelupas

Ahmad Jaelani, telisik indonesia
Jumat, 31 Juli 2026
0 dilihat
Kenali Ciri Infeksi Jamur di Selangkangan, Jangan Abaikan Gatal hingga Kulit Mengelupas
Infeksi jamur di selangkangan ditandai gatal, kemerahan, iritasi, hingga kulit pecah dan mengelupas. Foto: Repro iStockphoto

" Infeksi jamur di selangkangan atau tinea cruris merupakan penyakit kulit yang umum terjadi "

JAKARTA, TELISIK.ID - Infeksi jamur di selangkangan atau tinea cruris merupakan penyakit kulit yang umum terjadi, terutama pada area selangkangan, paha bagian dalam, dan bokong. Kondisi ini disebabkan oleh jamur dermatofita yang tumbuh pada lingkungan hangat dan lembap.

Infeksi jamur di selangkangan lebih sering dialami pria, meski wanita juga dapat mengalaminya. Risiko meningkat pada orang yang sering berkeringat, mengalami obesitas, mengenakan pakaian ketat, memiliki diabetes, atau sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Salah satu gejala paling umum adalah rasa gatal yang cukup mengganggu. Gatal biasanya disertai sensasi panas atau terbakar pada area yang terinfeksi.

Selain itu, kulit di sekitar selangkangan dapat mengalami iritasi dan kemerahan. Pada beberapa kasus, muncul ruam yang terasa perih atau nyeri. Jika tidak segera ditangani, ruam dapat meluas ke paha, alat kelamin pada pria, maupun area sekitar rektum.

Melansir dari laman Halodoc, Jumat (31/7/2026), gejala lain yang perlu diwaspadai ialah kulit menjadi kering, pecah-pecah, dan mengelupas. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko infeksi bakteri apabila penderita terus menggaruk area yang terkena. Pada infeksi yang lebih berat dapat muncul perdarahan, nanah, pembengkakan, hingga demam.

Baca Juga: Pria Lebih Cepat Tidur Usai Bercinta, Begini Penjelasan Biologisnya

Jamur penyebab tinea cruris dapat menyebar melalui kontak langsung dengan penderita, penggunaan bersama barang pribadi seperti handuk atau pakaian, serta menyentuh permukaan yang terkontaminasi, misalnya lantai kamar mandi umum atau ruang ganti.

Beberapa faktor yang meningkatkan risiko infeksi meliputi keringat berlebihan, penggunaan pakaian ketat, obesitas, diabetes, dan daya tahan tubuh yang menurun. Kondisi tersebut membuat area selangkangan menjadi lembap sehingga memudahkan jamur berkembang.

Baca Juga: Sperma Kuning Merah atau Hitam Bisa jadi Pertanda Gangguan Kesehatan Ini

Penanganan umumnya dilakukan menggunakan obat antijamur topikal berupa krim atau salep. Obat dengan kandungan clotrimazole, miconazole, maupun ketoconazole dapat digunakan sesuai petunjuk pemakaian. Namun, apabila infeksi tidak membaik dalam beberapa minggu atau semakin meluas, penderita disarankan berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit dan kelamin untuk mendapatkan terapi yang sesuai.

Agar infeksi tidak mudah kambuh, masyarakat dianjurkan menjaga kebersihan area selangkangan, memastikan kulit tetap kering setelah mandi atau berolahraga, mengenakan pakaian berbahan katun yang tidak terlalu ketat, rutin mengganti pakaian, serta tidak berbagi handuk maupun pakaian dengan orang lain.

Meski jarang menimbulkan komplikasi serius, infeksi jamur yang tidak diobati dapat menyebar ke bagian tubuh lain, seperti kaki dan kuku. Karena itu, mengenali gejala sejak dini dan segera melakukan pengobatan menjadi langkah penting untuk mencegah infeksi semakin parah. (C)

Penulis: Ahmad Jaelani

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkait
Baca Juga