Amerika dan Iran Sepakat Mau Akhiri Perang, Netanyahu Nyolot Israel Tak Terikat Kesepakatan
Reporter
Minggu, 14 Juni 2026 / 10:18 am
Amerika Serikat dan Iran dikabarkan mencapai kesepakatan damai, sementara Israel memilih menjaga jarak. Foto: Repro DW News
TEHERAN, TELISIK.ID - Amerika Serikat dan Iran dikabarkan telah mencapai kesepakatan secara lisan untuk mengakhiri perang yang berlangsung selama beberapa bulan terakhir.
Informasi itu disampaikan seorang pejabat senior pemerintahan Amerika Serikat yang enggan disebutkan identitasnya.
Pejabat tersebut menyebut Washington dan Teheran telah menyepakati rancangan teks perjanjian perdamaian. Pemerintah Amerika Serikat berharap dokumen awal tersebut dapat ditandatangani dalam beberapa hari ke depan.
"Kedua pihak telah menyetujui teks tersebut dan kami memperkirakan kesepakatan awal dapat ditandatangani dalam beberapa hari mendatang," kata pejabat AS tersebut, seperti dikutip CNBC Indonesia, Minggu (14/6/2026).
Baca Juga: Amerika Kembali Gempur Iran, Teheran Ultimatum Tembak Semua Kapal Lewat Selat Hormuz
Perkembangan itu juga dikonfirmasi oleh Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi. Menurut dia, masih terdapat kemungkinan perubahan terhadap isi kesepakatan, namun proses perundingan menunjukkan kemajuan yang signifikan.
"Iran adalah pemenang perang dengan AS," kata Araqchi dalam wawancara dengan televisi pemerintah Iran.
Di tengah upaya diplomatik tersebut, ketegangan militer di kawasan belum sepenuhnya mereda. Reuters melaporkan pasukan Amerika Serikat menembak jatuh sejumlah drone bunuh diri milik Iran yang terbang menuju Selat Hormuz karena dianggap mengancam jalur pelayaran komersial.
Komando Pusat Amerika Serikat atau CENTCOM kemudian memastikan aktivitas pelayaran di Selat Hormuz tetap terbuka dan aman bagi lalu lintas perdagangan internasional.
Berdasarkan rancangan nota kesepahaman yang sedang dibahas, Iran disebut akan membuka kembali Selat Hormuz, sedangkan Amerika Serikat akan menghentikan blokade angkatan laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Setelah itu, kedua negara akan melanjutkan pembahasan mengenai program nuklir Teheran yang selama ini menjadi salah satu sumber utama ketegangan.
Seorang pejabat AS menilai rancangan kesepakatan tersebut telah memenuhi tujuan utama Presiden Donald Trump dan membuka ruang negosiasi yang lebih luas.
Baca Juga: Kode Keras AS Siap Lanjut Perang Lagi dengan Iran
"Kesepakatan ini memenuhi tujuan utama Presiden Trump dan menempatkan negosiasi pada posisi yang sangat baik," ujarnya.
Kabar mengenai potensi berakhirnya perang disambut positif oleh pasar global. Harga minyak mentah Brent dilaporkan turun lebih dari tiga persen dan mencapai level terendah dalam hampir dua bulan terakhir. Bursa saham dunia juga menguat seiring meningkatnya harapan bahwa konflik di kawasan Teluk segera berakhir.
Meski demikian, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menegaskan negaranya tidak akan menjadi bagian dari kesepakatan tersebut. Israel juga menyatakan tetap mempertahankan kebebasan bertindak terhadap setiap ancaman yang dianggap dapat membahayakan keamanan nasionalnya. (C)
Penulis: Ahmad Jaelani
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS