Kode Keras AS Siap Lanjut Perang Lagi dengan Iran

Ahmad Jaelani, telisik indonesia
Senin, 01 Juni 2026
0 dilihat
Kode Keras AS Siap Lanjut Perang Lagi dengan Iran
Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, menyatakan negaranya siap menghadapi konflik baru dengan Iran. Foto: Repro AFP

" Amerika Serikat (AS) mengirim sinyal kesiapan militer "

WASHINGTON DC, TELISIK.ID - Di tengah gencatan senjata yang masih berlangsung, Amerika Serikat (AS) mengirim sinyal kesiapan militer, sementara negosiasi nuklir dengan Iran belum mencapai kepastian.

AS memberikan sinyal bahwa opsi militer terhadap Iran masih terbuka meski kedua negara telah menyepakati perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari.

Pernyataan tersebut muncul ketika proses negosiasi mengenai program nuklir Iran masih berlangsung dan belum menghasilkan kesepakatan final.

Sinyal itu disampaikan Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth, saat menghadiri konferensi tingkat tinggi pertahanan di kawasan Asia pada Sabtu, 30 Mei 2026. Dalam kesempatan tersebut, Hegseth menegaskan bahwa Amerika Serikat memiliki kemampuan dan persediaan militer yang cukup apabila konflik kembali terjadi.

"Kami lebih dari mampu, persediaan kami lebih dari cukup untuk itu [perang lagi], baik di sana maupun di seluruh dunia karena bagaimana kami menyeimbangkan amunisi yang canggih dan lebih melimpah," kata Hegseth, seperti dikutip dari CNN Indonesia, Senin (1/6/2026).

Ia menambahkan bahwa kesiapan militer Amerika Serikat saat ini berada dalam kondisi yang baik.

"Kami berada di posisi yang sangat baik," lanjutnya.

Pernyataan tersebut disampaikan hanya beberapa hari setelah Washington dan Teheran menyepakati perpanjangan gencatan senjata. Kesepakatan itu juga membuka ruang bagi kedua negara untuk memulai pembahasan mengenai program nuklir Iran yang selama ini menjadi sumber ketegangan.

Baca Juga: Negara Raksasa NATO Akui Iran Menang, Trump Dibuat Malu

Meski demikian, implementasi kesepakatan tersebut masih bergantung pada keputusan politik yang akan diambil oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Hingga kini, Trump tetap mempertahankan sikap agar Iran menghentikan seluruh aktivitas yang berpotensi mengarah pada pengembangan senjata nuklir.

"Iran harus setuju mereka tak akan pernah memiliki senjata atau bom nuklir. Selat Hormuz segera dibuka, tanpa biaya tol, untuk lalu lintas pelayaran tanpa batasan, di kedua arah," kata Trump.

Ia juga menyampaikan syarat lain yang berkaitan dengan keamanan jalur pelayaran internasional di kawasan Teluk.

"Semua ranjau laut, jika ada akan dimusnahkan," ujarnya.

Sementara itu, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan pasukannya tetap berada dalam kondisi siaga di kawasan Timur Tengah. Kehadiran militer Amerika disebut masih diperlukan untuk memantau perkembangan situasi keamanan dan memastikan stabilitas kawasan tetap terjaga.

Di Washington, Trump dilaporkan mengadakan pertemuan dengan sejumlah penasihat keamanan nasional setelah berlangsungnya putaran negosiasi terbaru dengan Iran. Pertemuan tersebut membahas berbagai kemungkinan terkait kesepakatan nuklir yang sedang dirundingkan.

Namun, sejumlah sumber menyebutkan bahwa pertemuan itu belum menghasilkan keputusan akhir. Pemerintah Amerika Serikat masih berupaya memastikan bahwa Iran tidak memiliki kemampuan untuk mengembangkan senjata nuklir di masa mendatang.

Di sisi lain, pemerintah Iran kembali menegaskan bahwa program nuklir yang dijalankan selama ini ditujukan untuk kebutuhan sipil dan bukan untuk kepentingan militer. Teheran juga menolak tuduhan bahwa program tersebut digunakan untuk mengembangkan persenjataan nuklir.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, mengatakan fokus utama pembicaraan saat ini adalah mengakhiri konflik yang terjadi antara kedua negara.

Baca Juga: Iran Pastikan Absen Perundingan Kedua, AS Buat Ulah Pasang Blokade Laut

Menurutnya, pembahasan mengenai program nuklir akan dilakukan setelah situasi keamanan benar-benar stabil dan konflik dinyatakan berakhir.

Sikap serupa juga disampaikan Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf. Ia menegaskan bahwa Iran tidak akan mengambil langkah lanjutan sebelum melihat tindakan nyata dari pihak Amerika Serikat.

"Tak akan ada langkah selanjutnya sebelum pihak lain bertindak. Kita tak mendapat konsesi melalui pembicaraan, tetapi melalui rudal," kata Ghalibaf.

Hingga akhir Mei 2026, proses negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran masih berlangsung. Meskipun gencatan senjata telah diperpanjang, perbedaan pandangan mengenai masa depan program nuklir Iran masih menjadi isu utama yang belum menemukan kesepakatan bersama. (C)

Penulis: Ahmad Jaelani

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga