Anggaran Kebijakan Prabowo Ganti Rumah Atap Seng jadi Genteng Tanah Liat Terkendali, Estimasi Awal Purbaya Rp 1 Triliun
Reporter
Rabu, 04 Februari 2026 / 9:37 am
Purbaya memastikan anggaran program gentengisasi nasional terkendali. Foto: Repro Kemenkeu
JAKARTA, TELISIK.ID - Pemerintah mulai mematangkan rencana program gentengisasi nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto sebagai bagian dari penataan kawasan permukiman.
Skema ini menargetkan penggantian atap seng menjadi genteng tanah liat atau batuan pada rumah-rumah tertentu yang dinilai tidak layak secara termal maupun estetika. Perhitungan anggaran menjadi perhatian utama agar pelaksanaan tidak membebani fiskal negara.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan estimasi biaya program tersebut jauh lebih rendah dibanding perkiraan yang sempat beredar di ruang publik.
Menurutnya, asumsi awal yang menyebut kebutuhan dana hingga triliunan rupiah muncul dari hitungan kasar yang menganggap seluruh rumah di Indonesia menggunakan atap seng. Ia menilai pendekatan itu tidak sesuai dengan kondisi lapangan.
“Anggarannya enggak sampai Rp1 triliun. Hitungannya kasar sekali, semua rumah dihitung terus semua diganti, padahal yang pakai seng paling berapa puluh persen saja. Jadi angkanya lebih kecil, masih bisa dikendalikan,” kata Purbaya seusai menghadiri Indonesia Economic Summit di Hotel Shangri-La, Jakarta, seperti dikutip dari Republika, Rabu (4/2/2026).
Ia menjelaskan, kementeriannya menggunakan basis data rumah tangga serta pemetaan kebutuhan daerah untuk menentukan sasaran prioritas. Rumah yang diganti hanya yang memenuhi kriteria teknis, termasuk kondisi atap yang rentan panas, mudah berkarat, atau sudah tidak layak pakai. Dengan metode tersebut, beban belanja negara dinilai tetap dalam koridor kemampuan APBN.
Baca Juga: Perpanjangan SIM C Februari 2026, Berikut Biaya dan Dokumen Perlu Disiapkan
Program ini digagas Presiden Prabowo Subianto dalam kerangka Gerakan Indonesia ASRI, singkatan dari Aman, Sehat, Resik, Indah. Pemerintah menempatkan kebijakan tersebut sebagai bagian dari penataan lingkungan permukiman agar lebih nyaman ditempati sekaligus selaras dengan upaya meningkatkan kualitas ruang hidup masyarakat. Fokusnya tidak hanya estetika, tetapi juga kesehatan hunian.
“Saya ingin semua atap Indonesia pakai genteng. Ini gerakan gentengisasi seluruh Indonesia,” ujar Prabowo dalam Rapat Koordinasi Nasional di Sentul, Bogor, Senin (2/2/2026).
Atap seng dinilai memiliki kelemahan dalam menyerap panas, sehingga suhu rumah cenderung meningkat pada siang hari. Selain itu, material tersebut lebih cepat berkarat dan menimbulkan kebisingan saat hujan.
Pemerintah menilai penggantian dengan genteng tanah liat dapat memberikan daya tahan lebih lama serta memperbaiki tampilan kawasan perumahan, terutama di daerah yang menjadi tujuan wisata.
Dari sisi pembiayaan, Purbaya menyebut dana program dapat bersumber dari cadangan anggaran dalam APBN 2026. Pemerintah juga membuka kemungkinan realokasi dari pos lain, namun nilainya disebut terbatas agar tidak mengganggu program prioritas lain yang sudah berjalan.
“Ada kemungkinan dari cadangan, ada kemungkinan dari MBG atau tempat lain. Tapi cukuplah, nggak banyak-banyak banget,” ungkap Purbaya.
Industri dalam negeri merespons rencana tersebut dengan menyiapkan kapasitas produksi. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan bahwa pelaku industri genteng dan keramik siap menambah lini produksi karena tingkat utilisasi pabrik sudah mendekati 90 persen. Kondisi ini dinilai membuka ruang ekspansi tanpa harus mengandalkan impor bahan jadi.
Kementerian Perindustrian memetakan potensi penyerapan tenaga kerja dari peningkatan permintaan genteng nasional. Selain mendorong sektor manufaktur, kebijakan ini juga diharapkan menggerakkan rantai pasok bahan baku lokal, mulai dari tanah liat hingga distribusi logistik. Pemerintah menilai efek penggandanya dapat menopang aktivitas ekonomi daerah.
Baca Juga: Heboh Penerbitan SK Kenaikan Gaji Pensiunan PNS 2026, Begini Faktanya
Purbaya menambahkan, penguatan belanja pemerintah melalui program infrastruktur ringan seperti gentengisasi berjalan seiring dengan dorongan investasi swasta. Ia menyebut kombinasi keduanya menjadi bagian dari strategi menjaga pertumbuhan ekonomi tahun ini.
“Dua mesin pertumbuhan digerakkan bersama, sinergi fiskal-moneter, pertumbuhan di atas 6 persen mudah tercapai,” paparnya.
Saat ini, kementerian teknis tengah menyusun petunjuk pelaksanaan dan mekanisme distribusi bantuan agar tepat sasaran. Tahap perencanaan detail dilakukan pasca-Rakornas, mencakup pendataan penerima, skema pengadaan, serta pengawasan pelaksanaan di daerah. Pemerintah menargetkan program berjalan bertahap sesuai kemampuan anggaran dan kesiapan industri. (C)
Penulis: Ahmad Jaelani
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS