Viral Link Video Wanita Berhijab Cukur Kumis Durasi Panjang Gegerkan Medsos, Begini Penjelasannya
Ahmad Jaelani, telisik indonesia
Rabu, 04 Februari 2026
0 dilihat
Video wanita berhijab mencukur kumis berdurasi singkat memicu rasa penasaran dan perburuan tautan viral. Foto: TikTok@cukurkumisviral
" Sebuah video singkat wanita berhijab mencukur kumis tiba-tiba muncul di TikTok "

JAKARTA, TELISIK.ID - Sebuah video singkat wanita berhijab mencukur kumis tiba-tiba muncul di TikTok. Memicu perburuan tautan panjang yang belum jelas asal usulnya di media sosial.
Percakapan mengenai potongan video berdurasi sebelas detik itu beredar cepat sejak awal pekan. Unggahan berasal dari akun TikTok bernama @fefeq60 dan menampilkan seorang perempuan mengenakan kerudung hitam serta jaket hoodie.
Ia berdiri dekat kamera sambil berbicara, namun suaranya tertutup musik latar yang sedang tren. Potongan gambar yang minim informasi justru membuat warganet penasaran dan mulai mencari versi lengkapnya.
Dalam keterangan unggahan yang dikutip telisik.id Rabu (4/2/2026), akun tersebut menulis kalimat sederhana, “Day 1 ngonten cukur kumis”. Kalimat pendek itu memunculkan beragam tafsir karena tidak disertai penjelasan tambahan.
Video kemudian dipadukan dengan tagar populer seperti #dayinmylife, #hijab, dan #viral sehingga memperluas jangkauan distribusi. Pola ini lazim digunakan kreator untuk menjangkau pengguna baru melalui algoritma TikTok yang mengutamakan interaksi dan penggunaan musik populer.
Data interaksi menunjukkan respons publik cukup besar. Hingga Selasa sore, konten tersebut telah memperoleh lebih dari 139 ribu tanda suka dan ditonton sekitar 4,2 juta kali. Angka ini mendorong banyak akun lain membagikan ulang potongan video yang sama.
Baca Juga: Identitas dan Lokasi Link Viral Wanita Sok Imut Terungkap? Disebut Sosok Gamers Berhijab?
Reunggahan berantai membuat narasi mengenai keberadaan video durasi panjang semakin berkembang, meski belum ada konfirmasi resmi mengenai isi lengkap maupun sumber asli rekamannya.
Dari isi klip yang beredar, adegan diawali dengan wajah perempuan berbicara ke kamera. Setelah beberapa detik, gambar berpindah menampilkan bagian kepala secara lebih dekat seolah sedang melakukan aktivitas mencukur.
Peralihan itu tampak seperti hasil penyuntingan dua potongan berbeda. Sejumlah pengguna menduga terdapat versi lebih panjang yang belum dipublikasikan. Namun hingga kini, belum ditemukan bukti konkret mengenai keberadaan rekaman lanjutan tersebut.
Bersamaan dengan meningkatnya rasa ingin tahu, beredar pula sejumlah tautan yang diklaim sebagai akses video penuh. Beberapa tautan disebarkan melalui kolom komentar maupun pesan pribadi.
Pola ini memunculkan kekhawatiran karena banyak kasus serupa berujung pada penipuan digital. Tautan palsu sering dimanfaatkan pelaku untuk mengarahkan korban ke situs tiruan yang meminta data pribadi, mulai dari nama pengguna, kata sandi, hingga informasi perbankan.
Praktik tersebut dikenal sebagai phishing. Modusnya meniru tampilan platform populer agar pengguna tidak curiga. Ciri yang kerap ditemukan antara lain alamat domain tidak resmi, penggunaan shortlink, serta permintaan login ulang di luar aplikasi.
Karena itu, pengguna disarankan memverifikasi setiap tautan sebelum mengekliknya. Kehati-hatian dinilai penting mengingat penyebaran link biasanya memanfaatkan momentum viral untuk menjaring lebih banyak korban.
Untuk mencegah risiko penyalahgunaan data, beberapa langkah pengamanan dapat dilakukan sebagai berikut:
Baca Juga: Sosok Wanita Berhijab Hitam dalam Video Sok Imut yang Viral Dicari, Dikaitkan dengan Link Andini Permata
1. Jangan mengeklik tautan mencurigakan yang beredar di komentar atau pesan pribadi.
2. Periksa alamat URL secara teliti sebelum memasukkan informasi akun.
3. Aktifkan fitur Two-Factor Authentication atau verifikasi dua langkah di seluruh media sosial.
4. Segera ubah kata sandi jika terlanjur mengakses tautan tidak jelas.
Fenomena video singkat ini memperlihatkan bagaimana potongan konten sederhana dapat memicu perbincangan luas. Di tengah arus informasi cepat, pengguna diimbau tetap memprioritaskan keamanan digital sembari menunggu klarifikasi resmi mengenai asal dan isi video yang beredar. (C)
Penulis: Ahmad Jaelani
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS