Sosok Bocah SD yang Viral Gantung Diri di Pohon Cengkeh, Disebut Tak Dibelikan Buku dan Pulpen
Ahmad Jaelani, telisik indonesia
Rabu, 04 Februari 2026
0 dilihat
Siswa SD berinisial YBR ditemukan meninggal gantung diri di pohon cengkeh Kecamatan Jerebuu, Ngada, NTT. Foto: Repro Kompas.
" Seorang siswa sekolah dasar di Ngada ditemukan meninggal gantung diri di pohon cengkeh "

NGADA, TELISIK.ID - Seorang siswa sekolah dasar di Ngada ditemukan meninggal gantung diri di pohon cengkeh, diduga dipicu kekecewaan karena permintaannya membeli buku tulis tak terpenuhi.
Peristiwa itu terjadi di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur. Korban berinisial YBR, siswa kelas IV SD, ditemukan warga dalam kondisi tergantung di sebatang pohon cengkeh di area kebun pada Kamis pagi, 29 Januari.
Lokasi penemuan berada tidak jauh dari permukiman, sehingga kabar tersebut cepat menyebar dan mengundang perhatian warga sekitar.
Sejumlah warga bersama aparat desa kemudian mendatangi tempat kejadian. Proses evakuasi dilakukan dengan melibatkan keluarga dan petugas kepolisian.
Garis pembatas dipasang untuk kepentingan pemeriksaan awal, sementara beberapa saksi dimintai keterangan guna menyusun kronologi kejadian secara utuh.
Baca Juga: Viral Guru Adu Jotos dengan Siswa Gegara Dibilang Miskin, Begini Penjelasannya
Dari penelusuran awal, penyebab tindakan korban diduga berkaitan dengan persoalan kebutuhan sekolah. Malam sebelum kejadian, YBR disebut meminta uang kepada ibunya untuk membeli buku tulis dan pulpen.
Permintaan tersebut belum dapat dipenuhi karena kondisi ekonomi keluarga yang terbatas.
Kepala Desa Naruwolo, Dion Roa, menjelaskan korban datang ke rumah ibunya pada malam hari dan menginap. Selama ini, YBR diketahui tinggal bersama neneknya di desa tetangga. Kedatangannya saat itu bertujuan meminta uang untuk perlengkapan sekolah yang akan digunakan keesokan hari.
“Menurut pengakuan ibunya permintaan itu korban minta uang beli buku tulis dan pulpen sebelum meninggal,” ungkap Dion Roa, seperti dikutip dari Detik, Rabu (4/2/2026).
Keterangan tersebut diperoleh dari cerita ibu korban kepada perangkat desa setelah kejadian.
Dion juga menyampaikan bahwa keluarga korban hidup dalam keterbatasan. Ibu korban harus memenuhi kebutuhan lima anak seorang diri. Ayah korban telah berpisah sekitar sepuluh tahun lalu, sehingga tanggung jawab ekonomi sepenuhnya berada di tangan sang ibu.
“Hidupnya susah,” ujar Dion, menggambarkan kondisi keluarga.
Petugas kepolisian yang melakukan olah tempat kejadian perkara menemukan sepucuk surat tulisan tangan. Surat itu ditemukan di sekitar lokasi saat proses evakuasi. Isi surat kini diamankan sebagai bagian dari barang bukti untuk penyelidikan lebih lanjut.
Baca Juga: Orang Tua Siswa Protes SDN 1 Kaimbulawa Buton Selatan Tarik Kembali Dana PIP, Buku Rekening Dipegang Pihak Sekolah
Kepala Seksi Humas Polres Ngada, Ipda Benediktus R Pissort, membenarkan temuan tersebut. Ia memastikan surat itu ditulis langsung oleh korban.
“Surat itu betul, petugas turun ke TKP temukan surat itu, anak itu yang tulis,” kata Benediktus melalui sambungan telepon.
Menurut keterangan warga sekitar, korban dikenal sebagai anak yang cenderung pendiam dan jarang menimbulkan masalah di lingkungan. Ia tetap bersekolah seperti biasa dan beraktivitas bersama teman sebaya. Tidak banyak warga yang mengetahui persoalan yang dihadapinya di rumah. (C)
Penulis: Ahmad Jaelani
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS