Anggaran Pendidikan 2026 Dipangkas Rp 4,5 Triliun untuk Dukung Kebijakan Prabowo, Ini Daftar Program Berdampak

Ahmad Jaelani

Reporter

Jumat, 23 Januari 2026  /  10:18 am

Anggaran pendidikan 2026 dipangkas Rp 4,5 triliun setelah Kemendikdasmen diminta menyesuaikan belanja demi mendukung prioritas program Presiden Prabowo. Foto: Repro Gerinda.

JAKARTA, TELISIK.ID - Anggaran pendidikan 2026 mengalami efisiensi Rp 4,5 triliun setelah pemerintah mengarahkan Kemendikdasmen menyesuaikan belanja guna mendukung prioritas program Presiden Prabowo Subianto.

Pemerintah menetapkan kebijakan efisiensi anggaran pendidikan pada tahun 2026 sebagai bagian dari penyesuaian belanja negara untuk mendukung pelaksanaan program prioritas Presiden Prabowo Subianto.

Kebijakan ini berdampak langsung pada pagu anggaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang sebelumnya ditetapkan sebesar Rp 56,68 triliun, kemudian mengalami pemangkasan sebesar Rp 4,56 triliun.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti menjelaskan bahwa kebijakan tersebut berawal dari terbitnya Surat Menteri Keuangan Nomor S-687/MK.03/2025 tertanggal 31 Oktober 2025.

Surat itu menegaskan perlunya penguatan dukungan terhadap pelaksanaan prioritas direktif presiden dalam Tahun Anggaran 2026. Penyesuaian tersebut dilakukan melalui mekanisme pergeseran dan efisiensi anggaran kementerian.

“Dalam DIPA awal, Kemendikdasmen mendapatkan anggaran sebesar Rp 56,68 triliun. Namun, kami diarahkan melakukan efisiensi Rp 4,56 triliun untuk mendukung program direktif Presiden,” kata Abdul Mu'ti dalam Rapat Kerja bersama Komisi X DPR RI, seperti dikutip dari Detik, Jumat (23/1/2026).

Dengan kebijakan itu, pagu anggaran Kemendikdasmen yang dapat dimanfaatkan pada 2026 menjadi Rp 52,12 triliun. Abdul Mu'ti menyampaikan bahwa efisiensi dilakukan secara terukur pada berbagai program dan unit utama, dengan tetap menjaga keberlangsungan layanan pendidikan dasar dan menengah.

Penyesuaian anggaran tersebut menyentuh sejumlah program prioritas Kemendikdasmen. Berikut rincian efisiensi anggaran per program tahun 2026:

1. Program Wajib Belajar 13 Tahun

Pagu awal program ini sebesar Rp 27,29 triliun. Setelah dilakukan efisiensi Rp 708,47 miliar, total pagu yang dapat dimanfaatkan menjadi Rp 26,581 triliun.

Baca Juga: Ramai BGN Naikkan Anggaran MBG Rp 30 Ribu Seporsi, Begini Alasannya

2. Program Kualitas Pengajaran dan Pembelajaran

Program ini mengalami efisiensi terbesar. Dari pagu awal Rp 21,155 triliun, dilakukan pemangkasan Rp 2,318 triliun, sehingga tersisa Rp 18,836 triliun.

3. Program Pendidikan dan Pelatihan Vokasi

Pagu awal Rp 3,21 triliun disesuaikan melalui efisiensi Rp 355,896 miliar. Anggaran yang dapat digunakan menjadi Rp 2,854 triliun.

4. Program Pembangunan Kebahasaan dan Kesastraan

Dari pagu awal Rp 198,217 miliar, dilakukan efisiensi Rp 79,601 miliar. Total pagu tersisa Rp 118,616 miliar.

5. Program Dukungan Manajemen

Program ini mengalami efisiensi Rp 1,097 triliun dari pagu awal Rp 4,827 triliun, sehingga anggaran yang dapat dimanfaatkan menjadi Rp 3,729 triliun.

Selain berdasarkan program, efisiensi juga dilakukan pada unit utama di lingkungan Kemendikdasmen. Penyesuaian tersebut dilakukan untuk memastikan konsistensi belanja dengan arahan kebijakan fiskal nasional.

Berikut rincian efisiensi anggaran per unit utama Kemendikdasmen tahun 2026:

6. Sekretariat Jenderal

Pagu awal Rp 31,118 triliun diefisiensikan Rp 962,930 miliar. Total pagu yang dapat dimanfaatkan menjadi Rp 30,155 triliun.

7. Inspektorat Jenderal

Dari pagu awal Rp 129,594 miliar, dilakukan efisiensi Rp 41,904 miliar, sehingga tersisa Rp 87,690 miliar.

8. Direktorat Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru

Pagu awal Rp 4,157 triliun disesuaikan melalui efisiensi Rp 1,123 triliun. Anggaran tersisa Rp 3,033 triliun.

9. Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Unit ini mengalami efisiensi Rp 1,322 triliun dari pagu awal Rp 14,791 triliun. Total anggaran menjadi Rp 13,468 triliun.

Baca Juga: Tiga Rusunawa Milik Pemkot Kendari Kurang Terawat, Siska Janji Siapkan Anggaran di 2026

10. Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus

Dari pagu awal Rp 4,570 triliun, dilakukan efisiensi Rp 603,243 miliar. Pagu tersisa Rp 3,967 triliun.

11. Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan

Pagu awal Rp 1,234 triliun disesuaikan dengan efisiensi Rp 332,35 miliar, sehingga tersisa Rp 902,395 miliar.

12. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Dari pagu awal Rp 680,342 miliar, dilakukan efisiensi Rp 174,252 miliar. Anggaran yang dapat dimanfaatkan menjadi Rp 506,089 miliar. (C)

Penulis: Ahmad jaelani

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS