Pedagang Takjil di Kendari Ngaku Omzet Menurun di Banding Ramadan Tahun Lalu
Adli Bachmid, telisik indonesia
Rabu, 11 Maret 2026
0 dilihat
Pedagang takjil sedang melayani pembeli di Bundaran Mandonga, Kota Kendari. Foto: Adli Bachmid/Telisik
" Sejumlah pedagang mengaku penjualan takjil tahun ini mengalami penurunan di banding Ramadan tahun lalu "

KENDARI, TELISIK.ID - Aktivitas berburu takjil di kawasan Bundaran Mandonga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, pada hari ke-18 Ramadan, Senin (9/3/2026), terpantau tidak seramai tahun sebelumnya. Sejumlah pedagang mengaku penjualan takjil tahun ini mengalami penurunan di banding Ramadan tahun lalu.
Lapak-lapak penjual takjil terlihat berjajar di sepanjang ruas jalan sekitar Bundaran Mandonga. Beragam menu berbuka puasa dijajakan, mulai dari es buah, es teler, kue lapis hingga aneka gorengan.
Meski suasana sore masih dipadati pembeli dari berbagai kalangan, pedagang mengaku jumlah transaksi tidak sebanyak tahun sebelumnya. Anak-anak, remaja hingga orang dewasa tetap tampak memilih jajanan favorit mereka menjelang waktu berbuka puasa.
Salah seorang penjual, Kadri mengaku, dirinya telah berjualan sejak awal Ramadan hingga pertengahan bulan puasa tahun ini. Namun menurutnya, omzet yang diperoleh mengalami penurunan.
“Penjualan tahun ini memang menurun di banding tahun lalu,” kata Kadri.
Baca Juga: Dugaan Pungli Tiket Mudik Gratis di Pelabuhan Nusantara Kendari
Hal serupa juga disampaikan penjual kue, Ros. Ia mengaku, jumlah kue yang terjual setiap hari tidak terlalu banyak.
“Kadang yang laku cuma sekitar 15 biji untuk satu jenis kue. Tidak banyak,” ujarnya.
Sementara itu, pedagang es teler bernama Sandi mengaku, telah berjualan di lokasi tersebut sejak 2017 setiap Ramadan. Menurutnya, minuman es teler masih menjadi salah satu menu favorit pembeli.
“Yang paling laris es teler. Biasanya terjual sampai 60 porsi atau cup,” jelasnya.
Di sisi lain, pembeli bernama Ahmad Rasyid mengatakan, berburu takjil sudah menjadi kebiasaan masyarakat saat Ramadan. Selain praktis, harga jajanan di lokasi tersebut juga relatif terjangkau.
Baca Juga: Pemkot Kendari Uji Sistem Jemput Sampah dari Rumah, Kadia Jadi Pilot Project
“Beli takjil di sini simpel dan harganya juga murah,” katanya.
Aktivitas penjualan takjil di kawasan Bundaran Mandonga biasanya mulai ramai sejak pukul 16.00 Wita. Para pedagang dan pembeli silih berganti memadati sisi jalan hingga menjelang waktu berbuka puasa.
Meski penjualan takjil tahun ini disebut menurun, kehadiran pasar takjil tetap menjadi bagian dari tradisi Ramadan yang menambah semarak suasana sore di Kota Kendari. (A)
Penulis: Adli Bachmid
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS