Kisah Wanita Tua Mengais Rezeki di Tengah Ramainya UMKM Kota Kendari

Gede Suyana Sriski, telisik indonesia
Rabu, 11 Maret 2026
0 dilihat
Kisah Wanita Tua Mengais Rezeki di Tengah Ramainya UMKM Kota Kendari
Tampak seorang wanita tua yang sedang berjualan di tengah UMKM modern Kota Kendari. Foto: Gede Suyana Sriski/Telisik

" Seorang wanita tua berusia 56 tahun bernama Artini menjalani kehidupan yang penuh perjuangan "

KENDARI, TELISIK.ID - Di tengah hiruk-pikuk Kota Kendari yang tak pernah tidur dan padatnya perkembangan UMKM modern, seorang wanita tua berusia 56 tahun bernama Artini menjalani kehidupan yang penuh perjuangan.

Selama bulan ramadan ini, mulai pukul 16.00 Wita hingga 22.00 Wita, ia berjualan berbagai jenis minuman, snack dan juga tisu di tengah padatnya UMKM modern saat ini. Selama ramadan ini, pekerjaan itu dilakukannya demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Saat berjualan, ia mengenakan kerudung bermotif bunga dengan baju putih lusuh untuk melindungi diri. Saat warga Kota Kendari mulai ramai ngabuburit di pelataran Kantor Gubernur Sulawesi Tenggara, ia juga mulai menawarkan dagangannya kepada para pengunjung.

Setiap hari, penghasilan yang didapatkan juga tidak menentu. Ia hanya mendapatkan sekitaran Rp 70.000-Rp 100.000 keuntungan bersih yang ia dapatkan setiap harinya.

"Kalau saya tidak jualan begini, siapa yang mau bantu saya. Berapa pun yang didapatkan setiap harinya saya selalu syukuri dan cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari," ujar Artini, Selasa (10/3/2026).

Baca Juga: Hadapi Ujian Ramadan, Nurhayati Tetap Memulung di Kendari demi Senyum Anak di Hari Raya

Baca Juga: Perjuangan Seorang Pemulung, Melawan Terik Matahari Demi Mendapat Rupiah

Bagi banyak orang, angka tersebut mungkin terlihat sangat kecil, namun baginya, hasil itu sangat berarti untuk kelangsungan hidupnya.

Namun, perjuangan ini tidak selalu mulus. Setiap harinya, ia harus bersaing di tengah kerumunan berbagai jenis UMKM yang disenangi anak muda Kota Kendari. Namun hal itu tidak menurunkan semangatnya untuk tetap terus berjualan.

"Walaupun di kiri-kanan saya pedagang makanan yang modern, tapi saya tetap konsisten untuk berjualan di sini. Walaupun sedikit yang beli, tapi selalu saya syukuri," ungkapnya. (C)

Penulis: Gede Suyana Sriski

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga