Angin Puting Beliung Hantam Pariaman, Empat Unit Rumah Rusak

Marwan Azis

Reporter Jakarta

Minggu, 01 Agustus 2021  /  2:20 pm

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kota Pariaman melakukan pendataan rumah terdampak angin puting beliung di Pauh Barat, Kecamatan Pariaman Tengah, Kota Pariaman, Sumatera Barat. Foto: BPBD Kota Pariaman

PARIAMAN, TELISIK.ID - Angin puting beliung hantam Pauh Barat, Kecamatan Pariaman Tengah, Kota Pariaman, Provinsi Sumatera Barat pada Sabtu (31/7/2021) pukul 19.00 WIB, yang menyebabkan sebanyak empat unit rumah rusak.

Satu dari keempat rumah rusak tersebut mengalami rusak berat, dua rusak sedang dan satu lainnya rusak ringan.

Untuk meringankan beban korban masyarakat terdampak angin puting beliung, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pariaman mendistribusikan bantuan logistik.

Bantuan logistik yang diberikan antara lain terpal, selimut, tikar, perlengkapan bayi serta beras.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Pariaman, Jasman, Minggu (1/8/2021) melalui  keterangan tertulisnya yang diterima Telisik.id.

Di samping itu, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD setempat masih melakukan kegiatan pembersihan puing-puing rumah terdampak serta pendataan lengkap hingga kini.

“Giat pagi hari ini, tim TRC kami kembali melakukan pembersihan puing-puing atap rumah warga terdampak angin puting beliung sekaligus pendataan lengkap,” ujar Jasman.

Baca juga: Viral, Suami Ijab Kabul di Hadapan Istri

Baca juga: 12 Tahun Beralih Fungsi, Puluhan Hektare Sawah di Kolut Kembali Diolah

BPBD Kota Pariaman menerapkan dan mengingatkan warga untuk melakukan protokol kesehatan selama dalam pengungsian.  

“Sesuai dengan musyawarah bersama masyarakat, para warga telah ditempatkan pada musala terdekat, yaitu berjarak 100 meter dari rumah warga tersebut sebagai tempat tinggal sementara,” ungkap Jasman.

Berdasarkan prakiraan cuaca pada Minggu, 1 Agustus 2021, yang dihimpun oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Kota Pariaman akan mengalami hujan sedang pada malam hari.

Menurut kajian inaRISK, Kota Pariaman memiliki risiko bahaya cuaca ekstrem pada tingkat sedang hingga tinggi yang berdampak pada empat kecamatan.

BNPB mengimbau masyarakat untuk dapat memantau informasi prakiraan cuaca melalui laman resmi BMKG dan potensi bahaya di lingkungan sekitar melalui inaRISK sehingga dapat mempersiapkan upaya mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Abdul Muhari Ph.D, Plt. Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB mengingatkan bagi masyarakat yang tinggal pada wilayah dengan potensi bencana hidrometeorologi untuk dapat lebih waspada dengan melakukan langkah-langkah kesiapsiagaan seperti memangkas ranting pohon yang lapuk dan mudah patah, membersihkan daerah resapan dan aliran air dari sampah, dan mempersiapkan rencana evakuasi sementara bersama warga sekitar. (C)

Reporter: Marwan Azis

Editor: Haerani Hambali