Jelang Ramadan, Satgas Pangan Sulawesi Tenggara Temukan Komoditas Dijual di Atas HET
Erni Yanti, telisik indonesia
Senin, 09 Februari 2026
0 dilihat
Satgas pangan saat melakukan sidak di pasar tradisional Kota Kendari. Foto: Ist
" Satgas menemukan beberapa komoditas strategis yang masih dijual di atas Harga Eceran Tertinggi "

KENDARI, TEKISIK.ID - Menjelang meningkatnya kebutuhan pangan pada bulan suci Ramadan 2026, Satuan Tugas (Satgas) Pangan Sulawesi Tenggara (Sultra) melakukan inspeksi mendadak (sidak) dan monitoring harga bahan pokok di sejumlah titik distribusi pangan.
Dari hasil pengawasan tersebut, Satgas menemukan beberapa komoditas strategis yang masih dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) dan Harga Acuan Pembelian (HAP).
Kegiatan pengawasan terpadu ini berlangsung selama tiga hari, yakni 5-7 Februari 2026 dan dimulai dari Kota Kendari hingga Kabupaten Konawe Selatan.
Sidak dipimpin oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Sultra bersama Satgasda yang melibatkan sejumlah perangkat daerah lingkup Pemerintah Provinsi Sultra.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sultra, Ari Sismanto menjelaskan, pengawasan difokuskan pada harga, ketersediaan stok, serta keamanan dan mutu pangan strategis yang dikonsumsi masyarakat sehari-hari.
Baca Juga: Waktu Tempuh Kendari-Raha Diklaim Lebih Cepat, Express Cantika 07 Beroperasi
“Secara umum stok pangan strategis terpantau aman dan mencukupi. Namun, kami masih menemukan sejumlah komoditas yang dijual di atas HET atau HAP,” kata Ari Sismanto, Senin (9/2/2026).
Komoditas yang tercatat mengalami penjualan di atas harga acuan tersebut antara lain Minyakita (minyak goreng subsidi), beras, dan bawang putih. Padahal, berdasarkan hasil pemantauan stok, ketersediaan komoditas tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Dengan kondisi stok yang aman, seharusnya tidak ada alasan bagi pelaku usaha menjual di atas HET atau HAP yang telah ditetapkan pemerintah,” tegasnya.
Sidak dilakukan di sejumlah pasar yang memiliki peran strategis dalam rantai distribusi pangan, seperti Pasar Baruga dan Pasar Anduonohu di Kota Kendari, serta Pasar Ranomeeto di Kabupaten Konawe Selatan.
Selain pasar tradisional, Satgas juga menyasar distributor dan pelaku usaha pangan, khususnya komoditas yang rawan mengalami fluktuasi harga.
Beberapa distributor telur ayam, beras, dan minyak goreng turut dipantau untuk memastikan pasokan tetap terjaga serta mencegah potensi kelangkaan maupun praktik penimbunan.
Baca Juga: Kedai Universe Kota Kendari, Tempat Nongkrong 24 Jam Cocok untuk Anak Muda
Dalam kegiatan tersebut, Satgas Pangan memberikan imbauan kepada pedagang eceran agar mematuhi ketentuan harga yang berlaku. Teguran juga disampaikan kepada distributor yang terbukti tidak sesuai dengan ketentuan HET dan HAP.
Ari Sismanto menegaskan, pengawasan akan terus dilakukan secara intensif selama momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadhan guna melindungi daya beli masyarakat.
“Satgas akan terus mengawal stabilitas harga, ketersediaan pasokan, serta keamanan dan mutu pangan agar masyarakat dapat menjalani ibadah puasa dengan aman, tenang, dan nyaman,” pungkasnya. (C)
Penulis: Erni Yanti
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS