Pemuda Tolaki Ditempa untuk Lestarikan Budaya di Diksar TAWON ke-27
Ahmad Jaelani, telisik indonesia
Senin, 09 Februari 2026
0 dilihat
TAWON menggelar Diksar angkatan ke-27 guna merekrut kader muda sekaligus melestarikan adat Tolaki, Minggu (1/2/2026) pekan lalu. Foto: Ist
" Salah satu organisasi kemasyarakatan yang berorientasi pelestarian budaya di Sulawesi Tenggara, Tamalaki Wonua Ndolaki (TAWON), melakukan pendidikan dasar (diksar) para anggotanya yang baru direkrut "

KONAWE UTARA, TELISIK.ID – Salah satu organisasi kemasyarakatan yang berorientasi pelestarian budaya di Sulawesi Tenggara, Tamalaki Wonua Ndolaki (TAWON), melakukan pendidikan dasar (diksar) para anggotanya yang baru direkrut.
Diksar TAWON angkatan ke-27 ini diikuti kalangan pemuda yang dilaksanakan di Desa Lametono, Kecamatan Lasolo, Kabupaten Konawe Utara, pada pekan lalu, Minggu (1/2/2026).
Kegiatan ini menjadi agenda tahunan organisasi untuk memperkuat struktur keanggotaan sekaligus menanamkan pemahaman adat Tolaki kepada generasi muda.
Kalangan pemuda Tolaki dalam kegiatan ini berasal dari sejumlah desa di wilayah Lasolo dan Molawe.
Diksar dirancang sebagai tahap seleksi sekaligus pembinaan awal agar calon anggota memahami tanggung jawab sosial, disiplin organisasi, serta nilai budaya yang menjadi dasar gerakan TAWON.
Ketua TAWON Distrik Molawe, Asrin, menyampaikan bahwa fokus utama kegiatan tahun ini adalah keberlanjutan adat istiadat Tolaki di tengah perubahan sosial yang cepat.
Baca Juga: Bupati Muna Barat La Ode Darwin Operasikan Ruas Jalan Lakalamba-Lawada Jaya
Ia menilai generasi muda perlu diberi ruang belajar yang sistematis agar tidak terputus dari akar budayanya.
“Dalam angkatan ke-27 ini, kami tidak hanya mencari anggota baru yang siap berkontribusi pada pembangunan desa, tetapi juga generasi yang bersedia mempelajari, menghargai, dan melestarikan adat istiadat suku Tolaki,” jelas Asrin, lewat keterangan tertulis yang diterima telisik.id, Senin (9/2/2026).
Ia menambahkan, sejak berdiri, TAWON menggabungkan kerja sosial kemasyarakatan dengan pelestarian tradisi.
Kegiatan tersebut mencakup gotong royong pertanian, pelaksanaan upacara adat, penggunaan bahasa Tolaki dalam forum resmi, serta pembinaan karakter berbasis nilai kebersamaan.
Asrin menilai pendekatan ini relevan untuk menjaga kohesi sosial di tingkat desa.
Ketua Umum TAWON Sulawesi Tenggara, Bibi Asmara, turut hadir bersama tokoh masyarakat Tolaki lainnya, Dr. Basrin Melamba. Keduanya berharap TAWON dijadikan sebagai wadah pembelajaran budaya.
“Mohon terus jagalah istiadat Suku Tolaki yang sarat nilai budaya, lestarikan bahasa, tradisi, serta hubungan harmonis dengan alam dan antarsuku agar warisan leluhur tetap lestari di era kemajuan zaman hidup dan menjadi identitas bangga Suku Tolaki,” harap Bibi Asmara.
Dukungan terhadap kegiatan Diksar TAWON juga datang dari dunia usaha. CSR & External Relation Bureau Head PT Antam Tbk UBP Nikel Konawe Utara, Fachrul Mujahid, menilai pelestarian budaya sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan di sekitar wilayah operasional PT Antam.
“Pelestarian budaya lokal merupakan bagian penting dari pengembangan daerah yang berkelanjutan. Kami siap mendukung sepenuhnya kegiatan TAWON yang berkaitan dengan pelestarian adat istiadat,” kata Fachrul.
Menurutnya, dukungan tersebut dapat diwujudkan melalui fasilitasi kegiatan upacara adat, pelatihan keterampilan budaya, serta kerja sama program sosial.
Fachrul berharap hubungan antara perusahaan dan masyarakat dapat berjalan selaras melalui penghormatan terhadap nilai lokal yang telah lama hidup di wilayah Konawe Utara.
Anggota DPRD Kabupaten Konawe Utara, Muladis, turut mengapresiasi Diksar TAWON. Ia menilai pelestarian adat memiliki kaitan langsung dengan pembentukan karakter masyarakat.
“Adat istiadat adalah jati diri sebuah bangsa, dan upaya TAWON untuk mempereratnya melalui perekrutan anggota baru sangat patut didukung,” ujar Muladis.
Ia berjanji akan mendorong kebijakan daerah yang memberi ruang pendanaan bagi kegiatan budaya masyarakat.
Turut hadir dalam kegiatan pembukaan Diksar TAWON adalah Danramil Lasolo dan Kapolsek Lasolo. Keduanya mengatakan nilai dalam adat Tolaki, seperti saling menghormati, musyawarah, dan menjaga ketertiban, sejalan dengan upaya menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif.
Sementara itu, Pemerintah Desa Lametono menyatakan siap menyediakan fasilitas untuk mendukung program TAWON, di antaranya balai desa sebagai lokasi pelatihan, serta dukungan administratif untuk penyelenggaraan kegiatan budaya.
Baca Juga: Kepala SMAN 1 Wangi-Wangi Wakatobi Apresiasi HPN 2026 dan Berharap Pers Perkuat Literasi Pelajar
Program TAWON juga diharapkan dapat melibatkan lebih banyak anak muda desa agar kegiatan berjalan berkesinambungan.
Proses perekrutan anggota baru TAWON dijadwalkan dibuka selama tiga minggu ke depan. Calon anggota akan mengikuti sejumlah tahapan pelatihan, mulai dari pembelajaran bahasa Tolaki, pengenalan filosofi adat, hingga praktik pelaksanaan upacara tradisional seperti mappacci dan kalosi.
Materi tersebut dirancang agar peserta memahami aspek teoritis sekaligus praktik kebudayaan.
Selain pelatihan, TAWON menyiapkan sejumlah program kerja bersama anggota baru. Program meliputi kelas bahasa daerah bagi anak-anak, penyusunan buku panduan adat istiadat Tolaki, serta penyelenggaraan festival budaya di tingkat desa dan kecamatan.
Kegiatan ini ditujukan untuk memperluas pemahaman masyarakat tentang tradisi lokal sekaligus memperkenalkan budaya Tolaki kepada generasi muda.
Melalui rangkaian Diksar angkatan ke-27 ini, TAWON menyiapkan anggota baru yang diharapkan mampu menjalankan fungsi sosial organisasi sekaligus menjaga keberlanjutan adat istiadat suku Tolaki di wilayah Lasolo, Molawe, dan sekitarnya. (D-Adv)
Penulis: Ahmad Jaelani
Editor: Mustaqim
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS