Apoteker Senior Harmawati Ajak Nakes dan Mahasiswa Sulawesi Tenggara Perangi Hoaks Kesehatan

Ana Pratiwi

Reporter

Minggu, 28 Juni 2026  /  7:04 pm

Harmawati saat menerima piagam penghargaan oleh DPM Fakultas Farmasi UHO. Foto: Ist.

KENDARI, TELISIK.ID - Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) yang juga dikenal sebagai apoteker senior di parlemen, Apt. Dra. Hj. Harmawati mendorong lahirnya kolaborasi nyata yang berkelanjutan antara tenaga kesehatan (nakes) dan kaum intelektual muda.  

Sinergi strategis ini dinilai krusial untuk mengawal regulasi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ajakan kolaborasi tersebut disampaikannya secara langsung saat hadir sebagai narasumber dalam Seminar Legislatif dan Dialog Publik yang diselenggarakan oleh Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Fakultas Farmasi Universitas Haluoleo (UHO) periode 2026/2027 di Kendari, Sabtu (27/6/2026).

Kegiatan ilmiah yang mengusung tema "Representasi Tenaga Kesehatan dalam Perwakilan Rakyat untuk Meningkatkan Literasi Hukum, Regulasi, serta Mengawal Mahasiswa Berorientasi pada Kesejahteraan Masyarakat" ini menjadi panggung bagi Harmawati untuk memaparkan peran penting sinergi antara nakes, legislator, dan elemen mahasiswa.

Baca Juga: Profil Dr. Baru Sadarun, Bakal Calon Rektor Usung Semangat UHO KEREN

Dalam paparannya, legislator andalan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini menyoroti bahwa nakes memiliki keunggulan komparatif karena bersentuhan langsung dengan persoalan mendasar di lapangan.  

Masalah riil seperti kendala akses layanan kesehatan, penanganan stunting, TBC, gizi buruk, hingga perlindungan kelompok rentan, merupakan makanan sehari-hari para nakes.

"Tenaga kesehatan di perwakilan rakyat bukan sekadar mewakili profesi, melainkan membawa suara kemanusiaan. Kehadiran mereka penting untuk membawa perspektif kesehatan dalam kebijakan publik, mengawal regulasi yang berpihak kepada rakyat, serta menjadi jembatan yang efektif antara masyarakat dan pemerintah," ujar politisi perempuan yang juga berlatar belakang sebagai apoteker senior.

Anggota DPRD Sultra, Harmawati saat membawakan materi di acara seminar legislatif. Foto: Ist.

 

Mantan Kepala Bidang Pencegahan dan Dayamas BNNP Sultra ini menambahkan, regulasi sektor kesehatan yang ideal harus mampu menjamin akses layanan yang merata, memastikan ketersediaan nakes yang proporsional, memberikan perlindungan bagi perempuan dan anak, serta mengoptimalkan pengendalian penyakit.

Bergerak dari substansi regulasi, srikandi DPRD Sultra ini kemudian menjembatani pembahasannya pada tantangan sosial kemasyarakatan terkini.  

Ia menaruh perhatian besar pada tingkat literasi hukum masyarakat yang dinilai masih rendah, yang diperparah oleh masifnya penyebaran informasi palsu (hoaks) terkait kesehatan.

Guna menjawab tantangan tersebut, mantan Ketua Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Sultra ini mengajak generasi muda, khususnya mahasiswa farmasi, untuk proaktif meningkatkan pemahaman hukum, memahami proses pembentukan peraturan, serta menguasai mekanisme penyampaian aspirasi yang benar.

"Mahasiswa adalah agent of change, social control, sekaligus future leader. Sebagai mitra strategis dalam mengawal pembangunan yang berkeadilan, mahasiswa dituntut tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki integritas, kepedulian sosial yang tinggi, serta melek hukum dan regulasi," tegas tokoh perempuan inspiratif Sultra ini.

Baca Juga: Profil Dr. Muliddin, Bakal Calon Rektor UHO Kendari yang Menawarkan Inovasi dan Akselerasi

Di penghujung pemaparannya, legislator yang dikenal dekat dengan konstituennya ini mendorong lahirnya kolaborasi nyata yang berkelanjutan antara tenaga kesehatan dan kaum intelektual muda.

Menurutnya, sinergi tersebut dapat diwujudkan melalui penguatan literasi hukum berupa sosialisasi peraturan kesehatan, hingga aksi pengabdian masyarakat.  

Aksi nyata yang diusulkan meliputi kegiatan bakti sosial, penyuluhan kesehatan reproduksi, kampanye pola hidup sehat, hingga pendampingan langsung ke desa-desa.

"Dengan literasi hukum yang kuat, regulasi yang berpihak kepada rakyat, serta semangat pengabdian masyarakat, kita bersama-sama dapat mewujudkan Indonesia yang sehat, cerdas, dan sejahtera menuju Indonesia Emas," pungkas Harmawati optimistis.

Penulis: Ana Pratiwi

Editor: Ahmad Jaelani

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS