Bahlil dan Purbaya Kompak Tak Mau Ganggu Harga BBM Subsidi, Punya Anggaran Cadangan

Ahmad Jaelani, telisik indonesia
Rabu, 12 Agustus 2026
0 dilihat
Bahlil dan Purbaya Kompak Tak Mau Ganggu Harga BBM Subsidi, Punya Anggaran Cadangan
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa usai membahas kebijakan harga BBM subsidi dan perkembangan harga minyak dunia. Foto: Repro SindoNews

" Harga BBM subsidi dipastikan tidak naik setelah Bahlil dan Purbaya sepakat menjaga harga "

JAKARTA, TELISIK.ID - Harga BBM subsidi dipastikan tidak naik setelah Bahlil dan Purbaya sepakat menjaga harga, sementara pemerintah menyiapkan anggaran menghadapi gejolak minyak dunia yang masih berfluktuasi global.

Kepastian tersebut disampaikan Menteri Energik dan Sumber Daya Mineral atau ESDM Bahlil Lahadalia setelah bertemu Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa 11 Agustus 2026.

Pertemuan tersebut membahas perkembangan harga minyak dunia yang masih bergerak fluktuatif serta dampaknya terhadap kebijakan harga BBM di dalam negeri.

Bahlil mengatakan pemerintah telah sepakat untuk tidak menaikkan harga BBM subsidi. Keputusan tersebut, kata dia, merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto.

"Saya sama Pak Menteri bersepakat bahwa harga ICP dunia yang tidak menentu sampai dengan sekarang kami dua punya komitmen atas dasar perintah Pak Presiden bahwa harga BBM subsidi tidak akan naik. Ini yang paling penting," ujar Bahlil, seperti dikutip dari DetikFinance, Rabu (12/8/2026).

Baca Juga: RAPBN 2027 Mulai Berubah, Defisit Diprediksi Tembus di Atas 1,8 Persen

ICP atau Indonesian Crude Price menjadi salah satu indikator yang diperhatikan pemerintah dalam melihat perkembangan harga minyak dan menentukan kebijakan energi.

Di tengah keputusan mempertahankan harga BBM subsidi, pemerintah tetap membuka kemungkinan penyesuaian untuk BBM nonsubsidi.

Bahlil menjelaskan, harga BBM nonsubsidi dapat mengikuti perkembangan harga minyak dunia. Jika harga minyak turun, harga BBM nonsubsidi dapat disesuaikan ke bawah. Sebaliknya, apabila harga minyak kembali meningkat, penyesuaian harga juga dapat dilakukan.

"Dan kami juga merumuskan ketika harga dunia itu turun maka harga yang nonsubsidi pun bisa melakukan penyesuaian dengan harga dunia. Kalau turun ya turun, kalau naik ya terkoreksi juga untuk dinaikkan," kata Bahlil.

Pemerintah Siapkan Skenario Anggaran

Sementara itu, Purbaya mengatakan pemerintah telah menyiapkan sejumlah skenario untuk menghadapi pergerakan harga minyak mentah dunia yang sulit dipastikan.

Menurut Purbaya, pemerintah memperhitungkan berbagai kemungkinan harga Indonesian Crude Price atau ICP sepanjang tahun. Salah satu skenario yang disiapkan adalah ketika harga minyak berada di atas US$80 per barel hingga mencapai US$100 per barel.

"ICP kan naik turun kan, kita nggak tahu itu angka yang mana. Kemarin turun ke 80, sekarang naik lagi di atas 80. Jadi sih kita lihat sepanjang tahun seperti apa. Yang jelas kita sudah siapkan kalau 100 seperti apa, di atas 80 seperti apa. Jadi anggaran kita, kita pastikan aman," ujar Purbaya.

Bca Juga: Pilkada Tanpa Wakil Kepala Daerah Diusulkan, DPR Klaim 60 Persen Hubungan Berujung Disharmoni

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah telah menyiapkan anggaran untuk menghadapi perubahan harga minyak dunia. Dengan skenario tersebut, pemerintah memastikan kebijakan untuk mempertahankan harga BBM subsidi tetap dapat dijalankan.

Kebijakan harga BBM subsidi menjadi perhatian karena perubahan harga minyak dunia dapat memengaruhi kebutuhan anggaran pemerintah. Namun, untuk saat ini, pemerintah memastikan harga BBM subsidi tidak mengalami kenaikan.

Bahlil dan Purbaya juga menegaskan bahwa perkembangan harga minyak dunia akan terus dipantau. Sementara harga BBM subsidi dipertahankan, mekanisme penyesuaian tetap terbuka untuk BBM nonsubsidi mengikuti kondisi harga minyak dunia. (C)

Penulis: Ahmad Jaelani

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga