Asrama Dayung Sultra Kian Memprihatinkan, Lantai Bolong hingga Tribun Nyaris Roboh

Erni Yanti

Reporter

Kamis, 13 Agustus 2026  /  11:13 pm

Bangunan asrama dayung Sulawesi Tenggara yang berdiri di atas pesisir Teluk Kendari tampak rusak dan terbengkalai. Foto: Erni Yanti/Telisik

KENDARI, TELISIK.ID - Kondisi asrama atlet dayung di kawasan pesisir Jl Pembangunan, Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) kian memprihatinkan.

Bangunan yang selama ini menjadi tempat tinggal sekaligus bagian dari pusat pembinaan atlet dayung tersebut tampak tidak terawat dan sejumlah bagian mengalami kerusakan.

Saat telisik.id mengunjungi lokasi, kondisi bangunan yang berdiri dengan konstruksi panggung terlihat sudah cukup tua. Struktur kayu dan papan pada sejumlah bagian tampak lapuk, sementara atap dan dindingnya juga bolong.

Asrama tersebut diketahui masih dihuni beberapa atlet senior. Namun, sejumlah atlet lainnya telah pindah. Para atlet muda kini disebut lebih banyak menempati fasilitas di GOR Lakidende.

Baca Juga: SMAN 5 Kendari Sabet Juara 1 Lomba CBP Rupiah Gelaran Bank Indonesia

Dari tiga kamar yang terdapat di dalam asrama, saat kunjungan hanya satu kamar yang terlihat dihuni. Kamar tersebut ditempati seorang atlet senior bersama keluarga kecilnya. Sementara beberapa bagian lainnya tampak lebih sepi dibandingkan kondisi sebelumnya.

Peralatan latihan juga tidak lagi sebanyak sebelumnya. Untuk perahu yang masih digunakan latihan, tersisa sekitar dua unit. Beberapa perahu lainnya masih terlihat berjejer di sekitar lokasi, tetapi sudah tidak digunakan.

Intensitas latihan para atlet dayung juga disebut mengalami penurunan. Kondisi ini terlihat dari aktivitas di kawasan asrama yang tidak seramai sebelumnya.

Tak hanya bangunan utama, fasilitas pendukung seperti tribun juga terlihat memprihatinkan. Sejumlah bagian lantai tampak berlubang dan lapuk, sementara kondisi tribun yang nyaris roboh dikhawatirkan dapat membahayakan atlet maupun masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi.

Padahal, lokasi asrama berada dekat dengan perairan yang selama ini menjadi area latihan utama atlet dayung. Dari bangunan tersebut, aktivitas latihan dapat dilakukan dengan akses yang relatif dekat menuju perairan.

Secara keseluruhan, kondisi asrama menggambarkan kehidupan atlet dayung yang sederhana. Lantai papan yang mulai aus, dinding dengan cat yang memudar, serta fasilitas latihan yang terbatas menjadi pemandangan yang masih terlihat di lokasi.

Baca Juga: Serapan Anggaran Pemprov Sulawesi Tenggara Baru 51,78 Persen, Hugua Sorot Lambannya Kinerja OPD

Salah seorang yang ditemui di lokasi, Nadia, mengatakan sebelumnya sempat ada tim yang datang melakukan survei terkait rencana renovasi bangunan. Tim melakukan pengukuran sebagai bagian dari pendataan untuk kebutuhan renovasi.

Ia mengatakan, Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, juga sempat mengunjungi kawasan tersebut saat awal menjabat.

"Renovasi asrama dayung sebelumnya sempat diwacanakan dengan anggaran mencapai sekitar Rp 50 miliar," kata Nadia, Kamis (13/8/2026).

Namun, hingga kini kondisi bangunan masih terlihat belum mengalami pembenahan.

Kepala Dinas Cipta Karya Sulawesi Tenggara, Tommy, saat dikonfirmasi mengenai kondisi asrama dayung dan rencana renovasi tersebut belum memberikan respons. (C)

Penulis: Erni Yanti

Editor: Mustaqim

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS