Banjir Bandang Hantam Lokasi Tambang di Wambarema Bombana dan Hanyutkan Mobil hingga Motor

Muhammad Israjab

Reporter

Selasa, 28 April 2026  /  5:54 pm

Banjir bandang hantam lokasi pertambangan di Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara, pada Minggu (26/4/2026). Foto: Ist.

TELISIK.ID, BOMBANA - Banjir bandang menghantam lokasi tambang di Desa Wambarema, Kecamatan Rarowatu, Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), pada Minggu (26/4/2026).

Kejadian tersebut viral dan beredar luas di media sosial Facebook. Nampak air sungai tetiba meluap dengan arus deras.

Dari rekaman video amatir unggahan akun Facebook Inaya Naya, memperlihatkan detik-detik banjir mengantam lokasi tambang sinabar (Cinnabar).

Diketahui, Cinabar adalah mineral sulfida dengan rumus kimia menjadi bijih utama merkuri.

Sering kali berwarna merah bata dan terbentuk di wilayah vulkanik. Penambangan sinabar, biasanya ilegal, tanpa ada izin dari pemerintah.

Baca Juga: Dinilai Belum Move On "Keok" Dua Kali Cabup, Rajiun Malah Minta Bupati Muna Mundur

Di lokasi kejadian, nampak sejumlah pekerja tambang berusaha menyelamatkan kendaraan karena aliran air meluap.

Naas, sebagian kendaraan seperti sepeda motor maupun mobil, dilaporkan hanyut.?

?"Kita melarikan diri ini, mobil hanyut semua. Tidak ada bisa diselamatkan, hanya anakku yang saya bawa,” kata suara wanita dalam video tersebut.

Video lainnya, berdurasi 23 detik, diunggah akun Facebook Roslani Mallo, memperlihatkan sejumlah orang sedang berusaha memindahkan mobil usai tersapu banjir bandang.

"Evakuasi mobil yang terbawa banjir di Tahi Ite, semoga bisa diselamatkan," tulis Roslani Mallo.

Sementara, Pelaksana Kepala BPBD Bombana, Hasdin Rata, mengatakan kejadian bukan di perkampungan, tetapi di lokasi penambangan sinabar.

"Kami fokus ke banjir (bukan soal tambang), tapi tidak ada laporan, kejadian di lokasi tambang ilegal bukan perkampungan. Pantas tidak ada informasi dari Desa Wambarema dan Tahi Ite," katanya, saat dihubungi awak media telisik.id, via telefon WhatsApp.

Dihubungi terpisah, Plt Camat Rarowatu, Syukur Sigia, menyebut lokasi kejadian di Wambarema, bukan Tahi Ite.

"Saya juga telfon Kapolsek Rarowatu, betul kejadian di wilayah banjir di Wambarema. Kalau saya ndak salah lokasi tambang sinabar," katanya saat dihubungi media ini.

Baca Juga: Penyebar Pertama Link Video Viral Bandar Membara Bergetar Masuk Lidik Polisi

Menurut Syukur, banjir terjadi setelah hujan lebat dari hulu, yang berada dari wilayah Tahi Ite.

"Hujannya dari hulunya di Tahi Ite. Sedangkan lokasi pertambangan berdekatan yakni di Wambarema, bukan perkampungan," ungkapnya.

Banjir di lokasi tambang sinabar tersebut bukan lagi berada di jalur sungai sehingga meluap hingga ke daratan.

"Sudah tidak ada lagi alur kali sebenarnya. Jalur sebenarnya sudah tidak ada. Sehingga air yang datang mengikuti dataran rendah," katanya.

Di sisi lain, belum diketahui pasti jika ada korban jiwa akibat bencana banjir, yang menghantam lokasi tambang tersebut. (B)

Penulis: Muhammad Israjab

Editor: Mustaqim

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS