BPS RI Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Sultra Libatkan 2.600 Petugas Pendata
Reporter
Senin, 15 Juni 2026 / 3:53 pm
Wakil Kepala BPS RI, Sonny Budiutomo Harmadi, bersama jajaran BPS Sulawesi Tenggara meninjau dan berdiskusi dengan pihak laboratorium terkait pendataan usaha pada hari pertama pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Sulawesi Tenggara. Foto: Ist.
KENDARI, TELISIK.ID - Wakil Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Sonny Harry Budiutomo Harmadi, secara resmi mencanangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) di Sulawesi Tenggara melalui apel gabungan di lapangan kantor gubernur Sultra, Senin (15/6/2026).
Kegiatan tersebut menjadi penanda dimulainya pendataan lapangan SE2026 secara serentak di seluruh Indonesia.
Dalam pencanangan tersebut, Sonny memasangkan rompi dan tanda pengenal kepada perwakilan petugas sensus sebagai simbol dimulainya pendataan.
Sebanyak lebih dari 2.600 petugas akan turun langsung ke lapangan untuk mendata berbagai kegiatan usaha dan ekonomi keluarga di seluruh wilayah Sultra.
Sonny menegaskan bahwa data berkualitas menjadi fondasi utama dalam penyusunan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran.
Baca Juga: SMK Telkom Kendari Buka Pendaftaran Siswa Baru, Tawarkan Asrama Gratis dan Jaminan Hidup
Ia mengatakan, dukungan pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat sangat diperlukan dalam menyukseskan pelaksanaan sensus.
"Dukungan ini menunjukkan komitmen bersama bahwa pembangunan yang tepat sasaran harus dimulai dari data yang berkualitas," ujar Sonny.
Ia menjelaskan, 15 Juni 2026 menjadi momentum penting karena menjadi hari pertama pendataan lapangan SE2026 di seluruh Indonesia.
Setiap usaha yang didata nantinya akan menjadi bagian dari basis informasi dalam perencanaan pembangunan ekonomi nasional maupun daerah.
Menurut Sonny, terdapat sejumlah pembaruan dalam pelaksanaan SE2026. Untuk pertama kalinya sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan turut menjadi bagian dari cakupan sensus.
Selain itu, pendataan aktivitas ekonomi keluarga juga dilakukan secara langsung dari rumah ke rumah guna memperoleh gambaran yang lebih lengkap mengenai kondisi ekonomi masyarakat.
"Untuk pertama kalinya, cakupan sensus diperluas dengan memasukkan sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan sebagai bagian dari pendataan," kata Sonny.
Pendataan lapangan SE2026 akan berlangsung selama dua setengah bulan, mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.
Rentang waktu tersebut diberikan agar seluruh aktivitas ekonomi dapat terdata secara optimal dan tidak ada usaha yang terlewat dari pendataan.
Dalam kesempatan itu, Sonny juga mengajak seluruh pelaku usaha, UMKM, akademisi, media, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk berpartisipasi aktif melalui gerakan TIR, yakni Terima kedatangan petugas sensus, Isi data dengan benar, dan Rahasia data terjaga.
"Mari bersama-sama menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 melalui TIR, yaitu Terima kedatangan petugas sensus, Isi data dengan benar, serta yakin bahwa rahasia data yang diberikan akan terjaga," ujarnya.
Sonny menekankan bahwa keberhasilan SE2026 bukan hanya keberhasilan BPS, melainkan keberhasilan seluruh bangsa Indonesia. (D)
Penulis: Erni Yanti
Editor: Mustaqim
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS