Bupati Muna Ekspose Potensi Batu Kapur dan Jagung Kuning ke Kepala BKPM

Sunaryo

Reporter Muna

Rabu, 17 Februari 2021  /  9:38 pm

Bupati Muna, LM Rusman Emba bersama Kepala BMPM, Bahlil Lahadalia. Foto: Ist.

MUNA, TELISIK.ID - Bupati Muna, LM Rusman Emba terus membangun komunikasi di pusat. Kali ini, Rusman menemui Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia.

Rusman bukan hanya datang berkunjung biasa. Namun, ia melakukan ekspose dan persentase terhadap potensi batu kapur (lingstong) dan jagung kuning.

Batu kapur di Muna tersebar di beberapa kecamatan, meliputi Kecamatan Lohia, Kabangka, Watoputeh, Lasalepa, Tongkuno dan Kabawo. Saat ini sudah ada satu perusahaan yang mengelola batu kapur tersebut.

Begitu juga dengan jagung kuning.  Luas lahan yang potensial bisa digarap sekitar 72 ribu hektar. Produksi jagung kuning pertahunnya mencapai 20 ribu ton. Dengan lahan 72 ribu hektar, potensi produksinya bisa mencapai 250 ribu ton per tahun.

Baca juga: Pengaturan Arah Kiblat di Kolaka Utara Diatur Ulang Pakai Alat Modern

Untuk pengembangannya, tahun ini Pemkab mengalokasikan anggaran sebesar Rp 15 miliar untuk pembangunan pabrik jagung. Kebijakan itu diambil dalam rangka menguatkan program pengembangan sektor pertanian berbasis industri yang telah dicanangkan dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah.

"Jagung kuning akan menjadi penyumbang pendapatan masyarakat sekaligus primadona dalam meningkatkan nilai produk domestik regional bruto (PDRB) daerah," kata Rusman.

Menanggapi hal tersebut, Kepala BMPM, Bahlil Lahadalia melalui Kabag Protokoler dan Komunikasi Pimpinan Setda Muna, Ali Syadikin memberi respon positif terhadap potensi batu kapur dan jagung kuning. Bahkan, kepala BMPM pada awal Maret mendatang akan berkunjung ke Muna.

"Kepala BMPM akan mendukung full fasilitas dan infrastruktur pabrik yang akan dibangun. Makanya, pak telah menjadwalkan akan berkunjung di Muna," kata Ali Syadikin.

Sebelumnya, Bupati Muna, Rusman Emba juga telah menemui Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno dan Dirjen Pengelolaan Ruang Laut Kementrian Kelautan Perikanan (KKP), TB. Haeru Rahayu. (B)

Reporter: Sunaryo

Editor: Fitrah Nugraha

TOPICS