Call Center 112 Kendari Catat 418 Aduan Warga Selama Mei 2026, Gangguan Listrik dan Banjir Paling Banyak Dilapor

Ahmad Jaelani

Reporter

Senin, 08 Juni 2026  /  3:55 pm

Call Center 112 Kendari mencatat 418 laporan warga selama Mei 2026, didominasi gangguan listrik dan banjir. Foto: Ist.

KENDARI, TELISIK.ID - Call Center 112 Kendari menerima 418 laporan sepanjang Mei 2026, didominasi gangguan listrik, banjir, serta berbagai keluhan infrastruktur masyarakat Kota Kendari. 

Layanan darurat Call Center 112 Kota Kendari kembali mencatat tingginya aktivitas pelaporan masyarakat selama Mei 2026. Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Kendari melaporkan sebanyak 418 aduan masuk dan telah diteruskan ke instansi terkait untuk penanganan lebih lanjut.

Kepala Diskominfo Kota Kendari, Sahuriyanto Meronda, menyampaikan bahwa berbagai jenis laporan tersebut mencakup gangguan layanan dasar hingga kondisi darurat di lingkungan masyarakat.

Baca Juga: MIN 1 Kendari Perkuat Pendidikan Karakter dan Prestasi Siswa di Tengah Transformasi Digital Madrasah

“Berdasarkan instansi penerima laporan, BPBD menerima aduan terbanyak yakni 73 laporan, disusul PLN sebanyak 64 laporan, Damkar 45 laporan, Dinas Perhubungan 39 laporan, dan Dinas Sosial 38 laporan,” ujar Sahuriyanto, dalam keterangan tertulis yang diterima telisik.id, Senin (8/6/2026).

Call Center 112 Kendari dalam pemantauan Diskominfo mencatat 418 laporan warga selama Mei 2026. Foto: Ist.

 

Selain instansi tersebut, laporan masyarakat juga diteruskan ke Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Polres, Satpol PP, Dinas Kesehatan, PDAM, hingga sejumlah kecamatan di Kota Kendari.

Dari kategori kejadian, gangguan pasokan dan jaringan listrik PLN menjadi laporan terbanyak dengan 113 aduan. Setelah itu, disusul laporan banjir di kawasan permukiman, kerusakan dan pemasangan lampu jalan, pohon tumbang, penebangan pohon, tawuran, serta permintaan bantuan sosial.

Data penanganan menunjukkan capaian yang beragam antarinstansi. BPBD berhasil menyelesaikan 45 dari 73 laporan atau sekitar 62 persen, sementara sisanya masih dalam proses penanganan.

Call Center 112 Kendari dalam pemantauan Kepala Diskominfo, Sahuriyanto Meronda, mencatat 418 laporan warga selama Mei 2026. Foto: Ist.

 

Sementara itu, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Satpol PP mencatat tingkat penyelesaian 100 persen. Seluruh laporan yang masuk masing-masing 45 laporan untuk Damkar dan 11 laporan untuk Satpol PP telah ditangani tanpa tersisa.

Dinas Sosial juga menunjukkan capaian tinggi dengan menyelesaikan 37 dari 38 laporan atau sekitar 97 persen. Adapun Dinas Kesehatan menyelesaikan tiga dari empat laporan yang diterima.

Namun, beberapa instansi masih menghadapi kendala dalam penyelesaian laporan. DLHK baru menuntaskan enam dari 30 laporan atau sekitar 20 persen. Dinas Perhubungan hanya menyelesaikan satu dari 39 laporan, sedangkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) belum menyelesaikan satu pun dari 26 laporan yang masuk hingga akhir Mei 2026.

Di tingkat kewilayahan, Kecamatan Kendari Barat menerima 17 laporan dan menyelesaikan tiga di antaranya. Sementara beberapa kecamatan lain seperti Wua-Wua, Kendari, Mandonga, dan Nambo masih mencatat seluruh laporan dalam status belum selesai.

Sahuriyanto juga menjelaskan bahwa seluruh laporan yang masuk ke Polres dan PLN telah ditindaklanjuti. Berbeda dengan PDAM yang masih menyisakan lima laporan dalam status belum selesai.

Call Center 112 Kendari dalam pemantauan Kepala Diskominfo, Sahuriyanto Meronda, mencatat 418 laporan warga selama Mei 2026. Foto: Ist.

 

Selain aduan melalui sistem pelaporan, Call Center 112 juga menerima 3.971 panggilan selama Mei 2026. Dari jumlah tersebut, 3.068 panggilan atau 77 persen tergolong valid, sementara 903 panggilan atau 23 persen lainnya merupakan panggilan tidak valid, termasuk panggilan iseng dan salah sambung.

Baca Juga: STIE 66 Kendari Bidik 1.000 Mahasiswa Baru 2026/2027, Perkuat Jaringan Beasiswa dan Mutu Akademik Modern

Menurut Sahuriyanto, data tersebut menunjukkan meningkatnya pemanfaatan layanan darurat oleh masyarakat.

“Kami meminta masyarakat menggunakan layanan ini dengan bijak, sebab layanan ini digunakan untuk kegawatdaruratan,” ujarnya.

Catatan tersebut menunjukkan bahwa Call Center 112 tidak hanya menjadi sarana pelaporan, tetapi juga mencerminkan dinamika persoalan layanan dasar dan infrastruktur di Kota Kendari yang memerlukan penanganan lintas instansi secara berkelanjutan. (D-Adv)

Penulis: Ahmad Jaelani

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS