China Percepat Pengembangan Teknologi 6G, Target Komersialisasi 2030

Merdiyanto

Content Creator

Sabtu, 06 Juni 2026  /  10:30 pm

China mempercepat pengembangan teknologi 6G setelah berhasil menyelesaikan uji coba pertama dengan komersialisasi tahun 2030. Foto: Repro kabar.kg

BEIJING, TELISIK.ID - China resmi mempercepat langkah pengembangan teknologi 6G setelah berhasil menyelesaikan fase pertama uji coba teknologi tersebut.

Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi (MIIT) China mengumumkan bahwa dalam empat tahun terakhir, negaranya telah mengumpulkan lebih dari 300 kemajuan teknologi kunci di bidang 6G.

Menurut Xie Cun, Kepala Departemen Pengembangan Informasi dan Komunikasi MIIT, fase kedua uji coba teknologi 6G telah diluncurkan baru-baru ini.

“Kami akan terus mempercepat riset dan pengembangan 6G, sekaligus memperkuat perencanaan ke depan serta membangun ekosistem industri berbasis aplikasi 6G,” ujarnya, seperti dikutip dari chinadaily.com.cn, Sabtu (6/6/2026).

China sendiri sudah aktif melakukan uji coba 6G selama empat tahun berturut-turut.

Baca Juga: Kode Keras AS Siap Lanjut Perang Lagi dengan Iran

Kemajuan ini mencakup penelitian sistematis desain sistem 6G, arsitektur jaringan, serta integrasi teknologi komunikasi, sensing, kecerdasan buatan, dan komputasi.

Pemerintah China menargetkan standar 6G dapat ditetapkan sekitar tahun 2025-2028, dengan komersialisasi penuh pada tahun 2030.

Keunggulan dan Potensi 6G

Teknologi 6G diharapkan mampu memberikan kecepatan hingga 100 kali lipat dibandingkan 5G, dengan latensi yang sangat rendah dan kemampuan mendukung aplikasi canggih seperti holographic communication, extended reality (XR), integrasi kecerdasan buatan secara mendalam, serta jaringan satelit-terestrial terintegrasi.

China juga telah meluncurkan satelit eksperimen 6G sejak tahun 2020 dan terus memimpin dalam pengajuan paten terkait teknologi ini.

Perusahaan raksasa seperti Huawei, ZTE, dan operator telekomunikasi China Mobile serta China Unicom aktif terlibat dalam pengembangan ini.

Baru-baru ini, China juga melakukan uji coba spektrum frekuensi tinggi, termasuk pita 6 GHz, untuk mempercepat riset, dilansir dari sindonews.com, Sabtu (6/6/2026).

Implikasi Global

Langkah China ini semakin memperkuat posisinya dalam perlombaan teknologi global.

Sementara negara-negara lain seperti AS, Korea Selatan, dan Eropa juga mengembangkan 6G, China disebut-sebut berada di garis depan berkat dukungan pemerintah yang kuat dan kolaborasi industri-akademisi yang masif.

Baca Juga: Unik: Motor Sport Tergantung di Lampu Lalu Lintas Usai Kecelakaan Dramatis di Kanada

Pakar menyatakan bahwa keberhasilan 6G tidak hanya akan merevolusi telekomunikasi, tetapi juga berdampak besar pada ekonomi digital, pertahanan, kesehatan, dan manufaktur cerdas.

China menargetkan agar 6G menjadi pendorong utama dalam mencapai tujuan “Made in China 2025” dan transformasi digital nasional.

Menteri MIIT menekankan pentingnya kerja sama internasional, dengan mengundang perusahaan global untuk berpartisipasi dalam uji coba 6G.

Namun, persaingan geopolitik diperkirakan akan memengaruhi pembagian standar dan rantai pasok teknologi mendatang.

Pengembangan 6G China yang semakin cepat ini menjadi sinyal kuat bahwa era konektivitas super cepat dan cerdas semakin dekat. (C)

Penulis: Merdiyanto

Editor: Mustaqim

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS