Dapat Perlakuan Tidak Adil, Gadis Cantik Ini Tetap Istikamah di Jalan Islam
Content Creator
Rabu, 14 Januari 2026 / 7:17 am
Alexandra Lloyd tetap istiqamah meski dapat perlakuan tidak adil. Foto: Repro YouTube Barat Bersyahadat.
KANADA, TELISIK.ID - Alexandra, wanita asal Kanada, mantap menjadi mualaf atas kemauannya sendiri. Ia menegaskan bahwa keislamannya bukan karena orang lain atau lelaki, melainkan ketulusan hati sepenuhnya.
Meski harus menghadapi diskriminasi dan tatapan tidak wajar di negara mayoritas non-Muslim, Alexandra tidak gentar. Ia memilih untuk tetap teguh berdiri di atas keyakinan barunya sebagai seorang Muslimah.
Alexandra Lloyd mengawali langkahnya mempelajari salat melalui dokumen panduan yang ia susun sendiri.
Inisiatif ini ia kembangkan lebih jauh dengan mendistribusikan dokumen tersebut kepada komunitas mualaf lainnya yang memiliki niat serupa untuk belajar, dilansir dari YouTube Barat Bersyahadat, Selasa (13/1/2026).
Demi kelancaran ibadahnya, Alexandra mencetak panduan doa dan tata cara salat yang ia susun sendiri. Ia menempelkan panduan tersebut di dinding kamar sebagai alat bantu agar dirinya bisa tetap membaca doa saat sedang melaksanakan salat.
Baca Juga: Tersentuh Keimanan Warga Gaza, Perawat Amerika Serikat Putuskan Mualaf
"Kuambil dokumen yang sudah aku ketik, lalu aku print, kemudian aku tempelkan di dinding. Jadi saat sholat, aku bisa membacanya. Dengan begitu, aku sholat dengan doa bahasa Arab," kata Alexandra.
Kini Alexandra telah lancar melakukan salat tanpa bantuan catatan, membuktikan efektivitas metode belajarnya. Ia pun berpesan kepada para mualaf lainnya agar tetap tenang dan tidak terburu-buru saat belajar beribadah.
"Satu tips utama dari aku untuk mereka yang baru mau praktik sholat pertama kali adalah jangan terburu-buru," ujarnya.
Alexandra menekankan pentingnya menyempurnakan gerakan serta doa dalam salat demi meraih keberkahan di setiap aktivitas.
Walaupun terasa sulit pada awalnya, ia yakin niat dan tekad yang kuat adalah kunci untuk menjalankan ibadah tersebut dengan konsisten, dilansir dari Okezone, Selasa (13/1/2026).
Pasca-mualaf, Alexandra mulai mengenakan hijab meski harus menuai beragam reaksi. Tak jarang, ia menerima tatapan aneh dari orang-orang tak dikenal yang merasa asing dengan penampilan barunya tersebut.
"Orang di muka umum, mereka menatapku aneh. Tidak masalah, itulah kehidupan. Tetanggaku mulai bertanya, 'Itu siapa ya?' Saat pertama kali aku berhijab. Mereka bilang tidak mengenaliku," tuturnya.
Baca Juga: Ditantang Menjalankan Puasa, Gadis Pemabuk Ini Putuskan Memeluk Islam
Alexandra menganggap tantangan ini sebagai proses hidup yang harus dijalani. Ia yakin, lambat laun orang-orang akan mulai memahami dan menerima keputusannya dengan tangan terbuka.
Mengutamakan kebaikan dan meredam amarah menjadi prinsip utama Alexandra dalam menghadapi berbagai prasangka orang lain tentang hijab maupun Islam.
"Tapi itulah sebuah proses, lambat laun orang akan sadar juga bahwa kamu adalah orang yang sama dan itu yang terpenting. Tetap berlaku baik terhadap orang dan tidak marah. Tak masalah kalau orang punya anggapan lain tentang hijab dan tentang Islam," pungkasnya. (C)
Penulis: Merdiyanto
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS