Tersentuh Keimanan Warga Gaza, Perawat Amerika Serikat Putuskan Mualaf
Merdiyanto , telisik indonesia
Selasa, 06 Januari 2026
0 dilihat
Willy Masai memutuskan menjadi mualaf usai melihat keteguhan warga Gaza. Foto: Repro Detik.
" Ia bertugas di Rumah Sakit Nasser di Gaza selatan dan Rumah Sakit Indonesia di Gaza utara "

WASHINGTON, TELISIK.ID - Kisah inspiratif datang dari seorang perawat asal Amerika Serikat, Wilhelmi Massay yang lebih dikenal sebagai Willy Masai memutuskan memeluk agama Islam setelah menjadi relawan medis di Jalur Gaza selama agresi Israel.
Massay, yang sebelumnya belajar di sebuah institut keagamaan Katolik dan bercita-cita menjadi pendeta, mengaku terinspirasi oleh keteguhan iman masyarakat Palestina di tengah penderitaan luar biasa.
Massay merupakan salah satu dari lima relawan medis Amerika yang berhasil masuk ke Gaza untuk misi kemanusiaan.
Ia bertugas di Rumah Sakit Nasser di Gaza selatan dan Rumah Sakit Indonesia di Gaza utara, di mana ia menyaksikan langsung kehancuran akibat serangan Israel.
Pengalaman ini membuatnya mempertanyakan keyakinan lamanya dan akhirnya memilih Islam sebagai jalan hidup baru.
Dalam sebuah podcast berjudul My Father and I, Massay menceritakan bagaimana ia tersentuh oleh resiliensi spiritual warga Gaza.
Baca Juga: Ditantang Menjalankan Puasa, Gadis Pemabuk Ini Putuskan Memeluk Islam
Ia menggambarkan insiden yang paling membekas, melihat seorang ayah atau ibu menggendong dua anak mereka yang telah syahid dalam kantong plastik setelah dibom oleh Israel, namun mereka masih mengucapkan "Alhamdulillah".
"Ini adalah iman sejati yang tidak bisa dibom oleh Israel," katanya dengan penuh kekaguman, seperti dikutip dari taghribnews.com, Selasa (6/1/2026).
Massay juga berbagi pengalaman mengerikan lainnya, seperti melihat anak-anak kehilangan anggota tubuh, bau daging terbakar, bubuk mesiu, dan darah yang menyelimuti rumah sakit.
"Saya tidak akan pernah menjadi orang yang sama seperti sebelumnya," ujarnya dalam sebuah ceramah di acara United Methodist Church di AS sebelum ia resmi mualaf.
Setelah itu, ia mencari masjid terdekat dan meminta imam untuk membantunya mengucapkan syahadat.
Kini, Massay aktif menggalang dana untuk bantuan Gaza dan berencana membantu pengobatan anak-anak Palestina di AS, Yordania, atau Mesir, dilansir dari sunnafiles.com, Selasa (6/1/2026).
Baca Juga: Kisah Mualaf Jepang Kaiji Kadir Wada: Dari Pertukaran Mahasiswa sampai Temukan Tujuan Hidup dalam Islam
Kisahnya menjadi bukti bagaimana ketabahan iman rakyat Gaza tidak hanya memperkuat umat Muslim, tetapi juga menyentuh hati orang dari latar belakang berbeda, mendorong mereka untuk mendalami Islam.
Cerita seperti ini semakin banyak muncul sejak agresi Israel di Gaza, di mana resiliensi spiritual warga Palestina menginspirasi konversi ke Islam di berbagai belahan dunia.
Keputusan Massay diharapkan dapat menjadi teladan bagi banyak orang untuk mencari kedamaian dan kebenaran dalam agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad. (C)
Penulis: Merdiyanto
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS