Dikbud Konawe Gelar Rapat Sosialisasi Vaksinasi Anak Usia 6-11 Tahun

Aris Syam

Reporter

Selasa, 18 Januari 2022  /  8:50 pm

Rapat sosialisasi Dikbud Konawe bersama pihak kepala sekolah terkait sosialisasi vaksinasi anak usia 6-11 tahun. Foto : Aris Syam/Telisik

KONAWE,TELISIK.ID - Pemerintah Daerah (Pemda) Konawe melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) menggelar rapat sosialisasi, dihadiri pihak kepala sekolah terkait pelaksanaan vaksinasi anak usia 6-11 tahun, bertempat di Auala Dikbud Konawe, Selasa (18/1/2022).

Kepala Dikbud Konawe. Suriyadi mengatakan, tujuan dari sosialisasi ini untuk memberikan pemahaman kepada pihak kepala sekolah agar nantinya dapat disosialisasikan kepada orang tua murid terkait vaksinasi pelajar.

"Ini baru tahap sosialisasi kepada pihak kepala sekolah, nanti kepala sekolah ini yang sosialisasikan ke orang tua siswa," kata Suriyadi saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (18/1/2022).

Suriyadi juga mengakui program vaksinasi pelajar ini pasti akan menimbulkan kesulitan terutama orang tua siswa mengingat pasti akan ada orang tua yang menolak anaknya untuk divaksin.

Untuk mengantisipasi hal itu, Suriyadi menyampaikan, kepala sekolah agar dalam sosialisasi kepada orang tua siswa harus ada keterlibatan dari pihak TNI-Polri, kesehatan, camat/lurah dan kades.

Baca Juga: Wakil Ketua DPRD Muna dan Staf Pribadinya Menghilang

"Jadi mereka nantinya baku bekap saat sosialisasi ke orang tua siswa," imbaunya.

Untuk keberhasilan program vaksinasi anak ini, lanjut Suriyadi  semua tergantung dari kebijakan kepala sekolah dan guru masing-masing. bagaimana cara memberikan pehaman kepada orang tua siswa agar anaknya mau divaksin.

"Adapun strateginya kayak bagaimana, kita serahkan saja ke pihak yang terlibat, baik pihak camat/lurah dan Kades," pungkasnya.

Tempat sama, Kepala Sekolah SDN Ambekairi Utama kecamatan Latoma, Seniwati mengatakan, sesuai penyampaian dari Kadis Dikbud Konawe, Suriyadi bahwa dalam sosialisasi kepada orang tua siswa harus secara pendekatan terlebih dulu, sehingga tidak ada indikasi menakutkan baik kepada orang tua maupun siswanya.

Baca Juga: Fasilitas Bermain di Tambat Labuh Diresmikan Februari

"Pendekatan ini penting terutama ke orang tua siswa dulu, kami berikan penjelasan agar dia mau menyetujui dan mendukung program ini," ungakapnya.

Terkait proses pembelajaran di SDN Ambekairi Utama, Seniwati menambahkan, jika sudah berjalan efektif dan didukung dengan protokol kesehatan baik dari guru dan siswanya.

"Total muridnya sebanyak 36 orang," tutupnya. (B)

Reporter: Aris Syam

Editor: Kardin