Heboh SPPG Menu MBG Ramadan Tak Layak Konsumsi Distop, Roti Berjamur dan Buah Berulat hingga Telur Mentah
Ahmad Jaelani, telisik indonesia
Senin, 02 Maret 2026
0 dilihat
Operasional puluhan SPPG dihentikan sementara setelah temuan menu MBG Ramadan tidak layak konsumsi. Foto: Repro Sibawor
" Program makanan bergizi selama Ramadan diperketat setelah sejumlah temuan pangan tidak layak konsumsi muncul di berbagai dapur layanan "

JAKARTA, TELISIK.ID - Pengawasan mutu program makanan bergizi selama Ramadan diperketat setelah sejumlah temuan pangan tidak layak konsumsi muncul di berbagai dapur layanan.
Laporan lapangan mencatat adanya roti berjamur, buah berulat, hingga telur mentah dalam paket distribusi, sehingga operasional beberapa satuan pelayanan dihentikan sementara untuk evaluasi menyeluruh.
Langkah penghentian dilakukan pemerintah sebagai respons atas laporan hasil pemeriksaan kualitas menu Makan Bergizi Gratis atau MBG.
Program yang ditujukan untuk menjaga asupan gizi penerima manfaat itu kini memasuki masa pengetatan standar, terutama pada proses produksi, penyimpanan, dan distribusi makanan selama bulan puasa.
Tindakan tegas diambil oleh Badan Gizi Nasional (BGN) setelah menemukan puluhan pelanggaran standar mutu pangan. Penghentian sementara disebut sebagai bagian dari mekanisme pengendalian kualitas yang wajib diterapkan agar risiko kesehatan dapat dicegah sejak awal.
Wakil Kepala BGN Nanik S Deyang menyampaikan kebijakan tersebut di Jakarta. Ia menegaskan bahwa lembaganya tidak memberi toleransi terhadap kelalaian pengelolaan makanan.
Baca Juga: MBG dan Derita Dunia Pendidikan
"Kami tidak menolerir penyimpangan standar pangan dalam program ini. Setiap temuan langsung ditindak dengan penghentian operasional sementara untuk evaluasi menyeluruh," ujar Nanik, seperti dikutip dari Detiknews, Senin (2/3/2026).
Menurutnya, penghentian operasional tidak hanya berkaitan dengan kualitas bahan makanan. Evaluasi juga mencakup tata kelola dapur, kebersihan peralatan, rantai distribusi, hingga prosedur kontrol mutu harian.
Seluruh aspek tersebut dinilai menentukan keamanan pangan sebelum sampai ke penerima manfaat.
"Program MBG menyangkut kesehatan anak-anak dan kredibilitas negara dalam menjamin asupan gizi. Karena itu, pengawasan kami lakukan secara ketat dan transparan," tambahnya.
Pernyataan itu disampaikan sebagai penegasan bahwa standar kesehatan menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan program.
Data Kedeputian Pemantauan dan Pengawasan per 28 Februari 2026 pukul 11.20 WIB mencatat sebanyak 47 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG dihentikan sementara.
Temuan tersebut tersebar di tiga wilayah kerja. Wilayah I tercatat lima kejadian, wilayah II sebanyak 30 kejadian, dan wilayah III terdapat 12 kejadian.
Jenis pelanggaran yang ditemukan beragam. Petugas mencatat adanya roti berjamur, buah busuk dan berbelatung, lauk yang basi, telur mentah atau rusak, serta menu yang tidak memenuhi standar kualitas.
Baca Juga: MBG Lansia dan Penyandang Disabilitas Segera Disalurkan, Begini Mekanismenya
Dalam beberapa kasus, makanan sempat ditarik sebelum dikonsumsi sehingga tidak sampai menimbulkan dampak lebih lanjut.
Meski demikian, BGN tetap menjatuhkan sanksi administratif kepada penyelenggara. Langkah itu dimaksudkan sebagai pembelajaran sistemik agar setiap unit memperbaiki prosedur pengawasan internal serta memastikan bahan baku memenuhi standar kelayakan.
"SPPG yang di-suspend dapat kembali beroperasi setelah seluruh rekomendasi perbaikan dipenuhi dan dinyatakan lolos verifikasi ulang. Kami ingin memastikan kualitas benar-benar terjaga sebelum layanan dibuka kembali," tutupnya. (C)
Penulis: Ahmad Jaelani
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS