Halo Gubernur Laiskodat, Jalan Provinsi yang Rusak di Reok Barat Selesai Diperbaiki Warga

Berto Davids

Reporter Kupang

Senin, 28 November 2022  /  9:03 am

Jalan provinsi yang rusak parah di Reok Barat telah selesai diperbaiki warga. Foto: Ist.

MANGGARAI, TELISIK.ID - Kondisi infrastruktur di wilayah pantai utara Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), masih menjadi isu seksi yang kerap dibahas masyarakat belakangan ini.

Tak sedikit media yang ikut menyoroti kondisi ruas jalan yang menghubungkan Kedindi Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai dan Hita Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat itu.

Gerakan gotong royong dan komentar-komentar pedas masyarakat ke media pun bermunculan demi menggugah hati Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat.

Bagaimana tidak, jalan yang sudah rusak parah sejak tahun 2018 itu tak kunjung diperbaiki oleh pemerintah provinsi melalui gebrakan nyata gubernur dan wakil gubernur terpilih. Sehingga mosi tak percaya pun bermunculan melalui aksi tanam pisang yang viral beberapa waktu lalu.

Saat ini warga telah selesai memperbaiki sendiri jalan tersebut tanpa campur tangan pemerintah provinsi.

Adapun kontribusi beberapa pihak, datang dari anggota dewan dan pihak-pihak yang turut prihatin dengan kondisi ruas jalan yang semula menyerupai kubangan kerbau itu.

Seorang warga Desa Kajong, Maximilian Madur kepada Telisik.id mengaku bahwa ia dan beberapa warga lainnya sudah turun sendiri memperbaiki jalan yang rusak parah itu.

Perbaikan tersebut, kata dia, dilakukan secara gotong royong oleh masyarakat, mulai dari titik terparah Kampung Munta Desa Kajong menuju Sambor Desa Nggalak, Kecamatan Reok Barat.

Baca Juga: SK 55 CASN Muna Mulai Diproses

"Warga sudah turun sendiri perbaiki jalan itu. Kurang lebih ada 2 kilo-an yang sudah ditaruh pasir cadas dan batu gunung menuju Kampung Tureng, sehingga sekarang puji Tuhan sudah bisa dilalui kendaraan," kata Maximilian, Senin (28/11/2022).

Ia juga mengaku, perbaikan jalan provinsi itu turut dibantu oleh warga dari Kabupaten Manggarai Barat. Tidak saja warga 4 desa di Kecamatan Reok Barat, tetapi juga warga yang datang dari kabupaten sebelah yakni Pogol, Lewat dan Pateng.

"Jalan rusak ini kan menghubungkan dua kabupaten. Karena itu warga di kabupaten sebelah yang juga merasakan dampak dari jalan ini datang membantu. Semuanya pakai gotong royong," tuturnya.

Lebih lanjut Maximilian mengatakan, perbaikan jalan tersebut memakan waktu hampir seminggu. Beberapa unit mobil dum truck dikerahkan untuk mengangkut batu dari gunung dan kebun-kebun warga.

"Setiap hari sekitar 5 sampai 6 ret mobil dump truck mengangkut batu untuk ditumpahkan di jalan itu. Sebenarnya bisa sampai 10 ret sehari, tetapi karena kondisi tanahnya masih lembek membuat mobil dump truck macet berjam-jam karena susah melintas," ungkapnya.

Semua warga yang ikut gotong royong memperbaiki jalan provinsi itu merasa puas kendati upaya perbaikannya hanya bersifat sementara.

Tetapi kebersamaan mereka dari hari ke hari membuat semua pihak yang merasa peduli pun ikut membantu menyumbang materi demi kelancaran gotong royong itu.

"Ada beberapa pihak donatur termasuk anggota dewan yang turut berkontribusi demi perbaikan jalan ini. Karena sebagian besar keperluan kami untuk makan minum, rokok dan juga BBM solar untuk mobil dump truck yang mengangkut batu," katanya.

Untuk sekarang, katanya lagi, perbaikannya masih sampai sebatas Kampung Tureng karena dianggap sebagai titik paling terparah. Diperkirakan mencapai 350 an ret batu dan pasir yang sudah ditumpahkan.

Sementara itu seorang warga Manggarai Barat, Nobertus meminta Gubernur NTT berkunjung ke lokasi jalan yang sudah diperbaiki ini, agar bisa melihat langsung kondisi pasca diperbaiki.

"Kalau ada nomor teleponnya Gubernur NTT minta dia kesini. Hallo gubernur kunjung dong, jalan milik Anda sudah diperbaiki," ungkap Nobertus melawak.

Baca Juga: Wings Air Segera Beroperasi Lagi di Bandara Matahora Wakatobi

Warga lain, Rikardus Jumin juga mengatakan bahwa perbaikan ini merupakan langkah antisipasi supaya bisa menyelamatkan kendaraan yang melintas.

Terus terang saja sumber kehidupan warga di wilayah ini semata dari dagangan hasil pertanian. Kalau jalannya sudah rusak seperti ini lantas bagaimana warga bisa memasarkan hasil pertanian, apalagi kalau kendaraan pengangkutnya macet karena jalan rusak.

Ia mengaku, jalan tersebut sudah hampir 5 tahun tak diperhatikan oleh Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Kabupaten Manggarai, sehingga terkesan dibiarkan tak terurus.

"Terpaksa kami harus gotong royong. Mau tunggu pemerintah provinsi kapan. Perbaikan memang sudah sering berjalan selama ini, hanya hari ini kami dibantu oleh warga 3 desa tetangga. Mudah-mudahan kalau curah hujannya berkurang, mobil sudah bisa melintas, begitupun manusia," ujar Rikardus. (A)

Penulis: Berto Davids

Editor: Haerani Hambali

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS