Hari ke-17 Ramadan, Pantauan Harga Bahan Pokok di Pasar Kota Kendari Mulai Stabil

Nurdian Pratiwi

Reporter

Selasa, 19 April 2022  /  12:53 pm

Kepala Disperindag, Sitti Saleha saat diwawancara oleh awak media terkait sidak harga kebutuhan pokok. Foto: Nurdian Pratiwi/Telisik

KENDARI, TELISIK.ID - Harga bahan pokok di Kota Kendari terpantau mulai normal. Hal itu sesuai hasil inspeksi mendadak (Sidak) Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), di Pasar Basah Mandonga dan Pasar Korem, Selasa (19/4/2022).

Kepala Disperindag, Provinsi Sultra, Sitti Saleha menjelaskan bahwa sidak tersebut dilakukan guna memantau harga bahan-bahan pokok jelang Lebaran nanti.

“Alhamdulillah harga udah mulai normal, bahkan harga cabai turun sebanyak 50 persen,” katanya.

Lebih lanjut, kata dia, selain harga cabai yang turun dari Rp 60 ribu/kg menjadi Rp 30 ribu/kg, harga minyak goreng juga pun berangsur turun yakni Rp 28 ribu per liter.

Untuk komoditas lainnya, seperti bawang putih juga mengalami penurunan harga yakni dari Rp 50 ribu per kilo menjadi Rp 30 ribu per kilo.

“Insya Allah 3 hari sebelum Lebaran kita akan lakukan sidak lagi,” tambahnya.

Baca Juga: THR ASN Pemkot Kendari Belum Jelas, Wali Kota: Pasti Sebelum Lebaran

Sementara itu, salah seorang pedagang daging di Pasar Basah Mandonga, Daeng Babo mengatakan, pada minggu pertama Ramadan, harga daging sapi berkisar Rp 130 ribu per kilo, sedangkan hari ini sudah naik menjadi Rp 140 ribu per kilo.

“Itu untuk daging has, kalau daging tulang kena Rp 100 ribu per kilo,” ungkapnya.

Baca Juga: Gundukan Tanah di Jalan Ini Sebabkan Kemacetan dan Rawan Kecelakaan

Di samping itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI), Rawindra. A mengatakan bahwa pihaknya sendiri akan terus memantau harga kebutuhan pokok secara bertahap yakni setiap minggu ataupun setiap harinya.

“Kalaupun ditemukan kenaikan maka kita akan diskusikan kembali kepada pihak Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sultra,” ujarnya.

Ia mengingatkan kepada masyarakat agar selalu berbelanja dengan bijak dan tidak perlu panik terhadap harga ataupun stok bahan pokok seperti minyak goreng dan lain-lain. (A)

Reporter: Nurdian Pratiwi

Editor: Haerani Hambali