Hari Keempat Pencarian Nelayan Hilang di Perairan Runduma Wakatobi, Korban Belum Ditemukan
Reporter
Selasa, 04 Agustus 2026 / 12:15 pm
Proses pencarian nelayan asal Runduma, Kecamatan Tomia, Kabupaten Wakatobi memasuki hari keempat. Foto: Ist.
WAKATOBI, TELISIK.ID - Tim SAR gabungan kembali melanjutkan pencarian terhadap seorang nelayan asal Desa Runduma, Kecamatan Tomia, Kabupaten Wakatobi, La Ode Artasi (55) yang diduga terjatuh dari longboat saat memancing di perairan Tanjung Runduma.
Memasuki hari keempat operasi pencarian, Selasa (4/8/2026), korban masih belum ditemukan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari, Amiruddin A.S mengatakan, operasi SAR hari keempat dimulai pada pukul 07.10 Wita dengan membagi tim pencarian menjadi dua sektor.
"Pada pukul 07.10 Wita Tim SAR gabungan melanjutkan operasi SAR. Pencarian dilakukan dengan membagi dua tim, yakni tim 1 menyisir area seluas 1,82 mil laut persegi menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB), sedangkan tim 2 melakukan penyisiran di pesisir Pulau Runduma dengan cakupan area sekitar 1 mil laut persegi," kata Amiruddin dalam keterangannya, Selasa (4/8/2026).
Berdasarkan kronologi, korban berangkat memancing seorang diri menggunakan longboat di sekitar tubir Pulau Runduma bagian Timur pada Jumat (31/7/2026), sekitar pukul 15.30 Wita.
Baca Juga: Pamit BAB Pakai Pelampung, Nelayan Asal Konkep Malah Hilang di Perairan Boepinang Bombana
Sekitar pukul 17.00 Wita, seorang nelayan bernama La Nona menemukan longboat milik korban dalam kondisi kemasukan air tanpa ada korban di atasnya. Longboat tersebut kemudian ditarik ke Desa Runduma.
"Keluarga korban dan masyarakat sekitar telah melakukan pencarian di sekitar lokasi ditemukannya longboat, namun hingga informasi ini diterima hasilnya masih nihil," ujar Amiruddin.
Operasi pencarian melibatkan unsur KPP Kendari, Pos SAR Wakatobi, masyarakat sekitar dan keluarga korban. Tim SAR mengerahkan sejumlah peralatan, di antaranya Rescue Car, RIB, longboat, AquaEye, peralatan medis, peralatan evakuasi, perangkat komunikasi, serta perlengkapan pendukung keselamatan lainnya.
Berdasarkan data BMKG, kondisi cuaca di lokasi pencarian terpantau cerah dengan kecepatan angin mencapai 26 kilometer per jam dari arah Timur. Sementara tinggi gelombang berkisar antara 1 hingga 1,8 meter.
Sementara itu, Anggota DPRD Wakatobi, Muhammad Ikbal yang turut mengikuti proses pencarian di lapangan, mengungkapkan bahwa kondisi gelombang menjadi tantangan utama bagi tim SAR gabungan dalam upaya menemukan korban.
"Kendala utama dalam proses pencarian adalah kondisi gelombang di lokasi kejadian yang cukup tinggi. Karena itu, tim tidak dapat melaksanakan pencarian pada malam hari," ujar Ikbal saat dihubungi melalui sambungan telepon.
Baca Juga: Program Rumpon PT GKP Dorong Efisiensi Biaya dan Produktivitas Nelayan Pesisir Wawoni
Meski demikian, ia berharap operasi pencarian segera membuahkan hasil sehingga keluarga korban memperoleh kepastian.
"Kami berharap korban dapat segera ditemukan. Apa pun kondisinya, yang terpenting keluarga memperoleh kepastian," tambahnya.
Hingga berita ini diterbitkan, Tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap La Ode Artasi di sekitar perairan Tanjung Runduma. (B)
Penulis: Zulkifli Herman Tumangka
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS