Ini Hasil Akhir Polling Pilkada Telisik.id

Musdar

Reporter

Minggu, 06 Desember 2020  /  1:09 pm

18 Paslon Pilkada Sultra. Foto: Arman/Telisik

KENDARI, TELISIK.ID - Media online Telisik.id menutup Polling Pilkada Sultra, 5 Desember 2020.

Polling yang dibuka selama 66 hari sejak 1 Oktober 2020 berhasil mengumpulkan ratusan responden yang terbagi-bagi pada 18 pasangan calon (paslon) di 7 Kabupaten Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

IT Support Telisik.id, Saydul Akram menegaskan, Polling Telisik.id dikemas secara profesional, bersifat terbuka dan independen atau tidak berpihak kepada siapa pun serta bukan untuk kepentingan partai, pihak tertentu dan tidak bersifat kampanye.

“Polling dibuka agar lebih mengenalkan dan mengukur potensi calon kepala daerah yang berkompetisi kepada masyarakat luas,” tegas Saydul.

Saat ini, Telisik.id merilis hasil akhir Polling Pilkada. Nama Paslon dituliskan berdasarkan urutan vote terbanyak yaitu, Pilkada Konawe Selatan, dari 299 responden, Rusmin Abdul Gani-Senawan Silondae (RAG-SS) unggul 38,1 persen, disusul Muh Endang-Wahyu Ade Pratama (EWAKO) 36,1 persen, sementara Paslon petahana Surudddin Dangga-Rasyid (SUARA) 25,8 persen.

Kolaka Timur dari 234 responden, Samsul Bahri Madjid-Andi Merya Nur (SBM) 55,1 persen, Toni Herbiansyah-Baharuddin (BERSATU) 44,9 persen.

Wakatobi dari 308 responden, Haliana-Ilmiati Daud (HATI) 50,6 persen, Arhawi-Hardin Laomo (HALO) 49,4 persen.

Buton Utara dari 250 responden, Ridwan Zakariah-Ahali (RIDA) 48 persen, Abu Hasan-Suhuzu (AHS) 28,8 persen, kemudian paslon Aswadi Adam-Fahrul Muhammad (AS-RUL) 23,2 persen.

Baca juga: Masa Tenang, Bawaslu Sultra Awasi Aktivitas Paslon dan Razia Politik Uang

Konawe Utara dari 203 responden, Ruksamin-Abu Haera (RABU) 62,1 persen Raup-Iskandar Zulkarnain Mekuo (NKRI) 37,9 persen.

Konawe Kepulauan dari 236 responden, Paslon petahana Amrullah-Andi Muh Lutfi (BERAMAL Jilid II) 36 persen, Oheo Sinapoy-Mutaqqin Siddiq (OMBAK) 24,6 persen, Musdar-Ilham Jaya Maal (MULYA) 22 persen dan Abdul Halim-Taslim Untung (FBW) 17,4 persen.

Pilkada Kabupaten Muna, dari 329 responden, LM Rusman Emba-Bahrun Labuta (TERBAIK) 54,4 persen dan LM Rajiun Tumada-La Pili (RAPI) 45,6 persen.

Menanggapi polling Telisik id, Pengamat Politik Sultra, Eka Suaib mengatakan, ada beberapa hal yang perlu dilihat dari kemampuan sebuah institusi/lembaga yang melakukan polling atau survei. Pertama adalah akurasi, akurasi yang dimaksud kemampuan untuk memberikan hasil yang tepat.

Kedua presisi, yaitu kemampuan dapat memperkirakan hasil yang tidak terlalu jauh dengan hasil yang diumumkan oleh KPU.

"Dan untuk melihat itu adalah melihat track record," ungkap Guru besar UHO ini.

Baca juga: Endang: 5 Tahun Belakangan Ini Konsel Seperti Berjalan Tanpa Pilot

Ketiga proporsi responden. Kata Eka Suaib, responden yang ditarik jangan terlalu jauh dengan populasi. Sebab, jika terlalu jauh maka hasilnya akan meleset.

Sementara itu, untuk survei atau polling dari lembaga/institusi yang sudah dirilis dapat dinilai setelah adanya hasil quick count atau hitung cepat.

"Tapi saya kira sebagai satu institusi media online ini (polling) sah-sah saja dan pada masa yang akan datang masih perlu disempurnakan soal-soal metodologi. Metodologi itulah memang yang harus dijaga. Bukan hanya Telisik, tetapi semua komponen yang terlibat dalam lembaga survei," jelasnya.

Sementara itu, salah Paslon di Pilkada Wakatobi, HALO melalui Ketua Tim Pemenangannya, Muhammad Ali mengatakan, meskipun beberapa lembaga atau kelompok yang melakukan survei atau polling dan paslon HALO berada di urutan bawah dari rivalnya, tak bisa dipungkiri beberapa lembaga Survei juga mengunggulkan Paslon HALO.

"Kami tetap menghormati dan mengapresiasi," kata Muhammad Ali.

Senada, paslon Haliana-Ilmiati Daud (HATI) yang merupakan rival HALO di Pilkada Wakatobi, melalui Ilmiati Daud mengatakan, semua hasil yang menentukan ada pada hari pencoblosan yakni 9 Desember 2020.

"Survei bukan ukuran yang menentukan hari H, nanti kita lihat," ungkapnya. (A)

Reporter: Musdar

Editor: Haerani Hambali