adplus-dvertising

Endang: 5 Tahun Belakangan Ini Konsel Seperti Berjalan Tanpa Pilot

Kardin, telisik indonesia
Minggu, 06 Desember 2020
978 dilihat
Endang: 5 Tahun Belakangan Ini Konsel Seperti Berjalan Tanpa Pilot
Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Konsel, Endang-Wahyu bersama pendukungnya. Foto: Kardin/Telisik

" Rakyat dibiarkan berjuang sendiri, rakyat tidak tahu akan mengadu kemana dan berkeluh kesah kepada siapa. Rakyat Konsel tidak mendapat apa-apa dari penyelenggaraan pemerintahan. "

KONAWE SELATAN, TELISIK.ID - Di hadapan pendukungnya, Calon Bupati Konawe Selatan Muhammad Endang SA, melancarkan kritik terhadap pemerintahan Kabupaten Konawe Selatan (Konsel).

Secara tegas Endang menyebut jika saat ini Konsel sedang tidak baik-baik saja, bahkan kata dia, lima tahun belakangan ini Konsel sepertinya berjalan tanpa pilot.

"Rakyat dibiarkan berjuang sendiri, rakyat tidak tahu akan mengadu kemana dan berkeluh kesah kepada siapa. Rakyat Konsel tidak mendapat apa-apa dari penyelenggaraan pemerintahan," cetus Endang saat menggelar pidato penutupnya, di Kecamatan Konda, Sabtu malam (5/12/2020).


Belum lagi kata dia, selama ini masyarakat dijauhkan dari episentrum pembangunan, hanya bisa menonton dan tidak berdaya menghadapi situasi itu.

"Ini sebabnya, mari bersama menghentikan pembangunan yang tidak bermanfaat ini, agar pemerintahan baru dan Insyaallah, Endang-Wahyu akan memberi manfaat bagi masyarakat," terangnya.

Politisi Partai Demokrat itu menjelaskan, jika bantuan seperti program keluarga harapan (PKH), dana desa, bantuan langsung tunai (BLT), Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP), dan sertifikasi gratis merupakan bantuan dari pemerintah pusat. Itu bukan bantuan dari pemerintah daerah saat ini.

Baca juga: Maju Pilbup di Kampung Halaman, Subhan Mengaku Disambut Positif

"Kami mendapat laporan, banyak dari bantuan tersebut diklaim sebagai bantuan dari pemerintah daerah saat ini. Padahal itu semua bantuan dari pemerintah pusat," bebernya.

Pasangan Ade Wahyu Pratama itu juga meyakinkan, jika diberi amanah rakyat nantinya, APBD sepenuhnya untuk masyarakat dengan prioritas program pro rakyat Konsel, mulai dari sektor pendidikan, pertanian, kesehatan, UMKM, dan penciptaan lapangan kerja.

"Insyaallah kami tidak akan menjadi bupatinya bupati, kami akan menjadi bupatinya para petani, bupatinya nelayan, peternak, pelaku UMKM dan para pekerja, bupati yang melayani rakyat Konsel," urainya.

Kata dia, Konsel merupakan kabupaten dengan APBD tertinggi, juga memiliki banyak sumber daya alam. Namun katanya, dalam indeks pembangunan manusianya, Konsel berada di urutan sembilan.

"Tapi Konsel masih kalah dengan kabupaten/kota yang APBD dan kekayaan alamnya lebih sedikit," kata Paslon nomor urut 3 itu. (B)

Reporter: Kardin

Editor: Haerani Hambali

Artikel Terkait
Baca Juga