Investasi Hampir 9 Miliar Dolar, PT Vale Perkuat Posisi Indonesia di Rantai Pasok Baterai EV

Ana Pratiwi

Reporter

Selasa, 03 Maret 2026  /  1:02 pm

Dua pekerja PT Vale Indonesia melakukan pengecekan lapisan bijih nikel di area tambang sebagai bagian dari kegiatan operasional dan pengendalian kualitas material dalam proyek pengembangan hilirisasi perusahaan. Foto: Ist.

MAKASSAR, TELISIK.ID - PT Vale Indonesia Tbk menegaskan komitmen investasi terintegrasi hampir US$ 9 miliar untuk memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global baterai kendaraan listrik (EV) dan energi bersih.

Komitmen tersebut disampaikan manajemen dalam kegiatan Breakfasting Discussion bersama media, Senin (2/3/2026), di tengah fluktuasi harga nikel dunia dan dinamika industri pertambangan nasional.

Head of External Relations Regional and Growth PT Vale, Endra Kusuma, mengatakan investasi jangka panjang menjadi fondasi utama ketahanan industri, bukan sekadar respons terhadap siklus harga komoditas.

“Ketahanan industri tidak dibangun dalam satu musim harga tinggi. Ini adalah hasil konsistensi investasi, disiplin operasional, dan komitmen jangka panjang khususnya yang berdampak untuk masyarakat, lingkungan dan dunia,” ujar Endra.

Sepanjang 2025, di tengah tekanan harga nikel global, PT Vale tetap mencatatkan kinerja operasional stabil.

Hingga November 2025, produksi nikel matte mencapai 66.848 ton atau naik 3 persen secara tahunan, dengan total pendapatan sebesar US$ 902 juta.

Komitmen investasi tersebut terealisasi melalui pengembangan Indonesia Growth Project (IGP) yang menjadi bagian dari agenda hilirisasi nasional.

Di Pomalaa, proyek senilai sekitar US$ 4,5 miliar telah mencapai progres konstruksi lebih dari 65 persen.

Baca Juga: Penjualan Perdana IGP Pomalaa, PT Vale Perkuat Rantai Pasok Nikel Global

Penjualan perdana bijih nikel pada akhir Februari 2026 menandai fase operasional yang semakin matang.

Dengan kapasitas stockpile hingga 4 juta wet metric ton (Mwmt) dan target produksi awal 300.000 ton limonit per bulan, Pomalaa diproyeksikan menjadi simpul penting rantai pasok nikel nasional untuk kebutuhan baterai EV.

Sementara itu, proyek Morowali dengan nilai investasi US$ 2 miliar telah mencapai hampir 99 persen progres dan mencatatkan penjualan awal 2,2 juta ton ore pada awal 2026.

Di Sorowako, pengembangan limonit senilai US$ 2,2 miliar terus berjalan sebagai bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang perusahaan.

Secara keseluruhan, investasi yang mendekati US$ 9 miliar tersebut memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pemain utama dalam rantai pasok global baterai kendaraan listrik dan transisi energi bersih.

Di sisi keberlanjutan, PT Vale menegaskan bahwa pertumbuhan industri harus berjalan seimbang dengan tanggung jawab lingkungan.

Hingga akhir 2025, lebih dari 50 persen area bukaan tambang telah direklamasi secara progresif, dengan total reklamasi mencapai 3.863 hektare.

Operasi Sorowako didukung tiga pembangkit listrik tenaga air berkapasitas 365 MW, menjadikannya salah satu operasi nikel dengan jejak energi bersih terbesar di Indonesia.

Lebih dari 100 kolam pengendapan dibangun untuk memastikan kualitas air sebelum kembali ke badan alami.

Capaian tersebut tercermin dalam ESG Risk Rating Sustainalytics sebesar 23,7 dengan kategori medium, yang diklaim sebagai yang terendah di Indonesia untuk sektor pertambangan.

“Isu lingkungan tidak boleh dijawab dengan defensif. Ia harus dijawab dengan data, dengan tindakan, dan dengan transparansi,” ujar Head of Corporate Communication PT Vale Indonesia, Vanda Kusumaningrum.

Baca Juga: Pasar Mekongga Disulap Modern, PT Vale Kucurkan Rp 200 Miliar di HUT ke-66 Kolaka

Di bidang sosial, perusahaan menyebut lebih dari 99 persen tenaga kerjanya merupakan warga negara Indonesia. Ribuan pekerja dan kontraktor lokal terlibat dalam proyek-proyek strategis di Pomalaa, Morowali, dan Sorowako.

Program pertanian organik, pengelolaan sampah berbasis masyarakat, pelatihan operator alat berat, hingga pembangunan nursery berkapasitas satu juta bibit per tahun turut dijalankan untuk memperkuat ekonomi lokal.

Manajemen menegaskan hilirisasi bukan sekadar peningkatan volume produksi, melainkan penciptaan nilai tambah di dalam negeri dan penguatan daya saing nasional di tengah meningkatnya permintaan nikel untuk kendaraan listrik.

Melalui investasi jangka panjang dan standar keberlanjutan yang konsisten, PT Vale menegaskan komitmennya untuk tumbuh bersama Indonesia dan menjadi bagian dari solusi pembangunan nasional di tengah dinamika global. (Adv)

Penulis: Ana Pratiwi

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS